6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
© 2021 Shutterstock
Diabetes melitus atau yang banyak dikenal masyarakat umum sebagai penyakit gula darah menjadi salah satu momok yang diwaspadai. Sesuai namanya, penyakit ini disebabkan oleh kadar gula darah yang memiliki masalah terhadap sekresi insulin.
Meski sudah banyak yang mengidap penyakit ini, masih sedikit orang yang tahu perbedaan antara diabetes tipe 1 dan 2. Kedua tipe diabetes ini sendiri sama-sama disebabkan oleh tubuh yang nggak bisa mengatur glukosa dalam tubuh. Padahal, glukosa sendiri adalah bahan bakar dalam memberi makan sel-sel tubuh.
Selain itu, ada pula perbedaan mendasar tentang diabetes tipe 1 dan 2. Ketahui sekarang juga agar proses pencegahan dan penangan penyakit ini bisa semakin optimal.

Secara sederhana, pengidap diabetes tipe 1 memiliki permasalahan berupa pankreasnya nggak bisa memproduksi insulin lagi. Hal ini disebabkan bermasalahnya penghancuran sel beta penghasil insulin pankreas yang memicu kekurangan hormon insulin tersebut.
Jika sudah mengidap diabetes tipe 1, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini bertambah parah. Cara yang bisa dilakukan adalah menjaga asupan makanan, berolahraga secara rutin, serta menyuntikkan asupan insulin ke dalam tubuh. Tingkatan stres juga menjadi faktor penghambat produksi insulin. Cara ini bisa dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah dan menghindarkan diri dari komplikasi.

Sedikit berbeda dengan tipe 1, diabetes tipe 2 nggak bergantung pada insulin. Penyakit yang juga dikenal sebagai non-insulin dependent diabetes mellitus ini masih memungkinkan pengidapnya untuk memproduksi insulin, meski jumlahnya belum mampu mencukupi kebutuhan tubuh.
Diabetes tipe 2 bisa disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Rentang usianya pun umunya terjadi ketika telah mamasuki 30 tahun ke atas, dan makin berisiko seiring dengan bertambahnya usia. Selain faktor keturunan, obesitas menjadi salah satu penyebab penyakit ini menyerang tubuh. Risiko terjangkit pun akan semakin besar ketika berat badan naik sekitar 20 persen.

Perbedaan yang mendasari kedua tipe diabetes ini ada pada penanganannya. Diabetes tipe 1 membutuhkan insulin untuk bisa tetap hidup, berbeda dengan tipe 2 yang membutuhkan tambahan insulin.
Meski begitu, diabetes tipe 1 dan 2 sama-sama nggak boleh dianggap remeh. Termasuk diabetes tipe 2 yang sulit untuk didiagnosis dan baru bisa disadari setelah 5 tahun atau saat munculnya komplikasi.
Hal berbahaya bisa muncul ketika glukosa nggak dapat dipecah dan bertumpuk dalam darah. Kadar glukosa darah yang tinggi bisa merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, hingga sistem saraf. Hal inilah yang membuat pentingnya penanganan saat mengidap penyakit diabetes melitus. Jika diremehkan, maka akan terjadi komplikasi hingga menyerang jantung, ginjal, dan kerusakan saraf.
Menerapkan pola hidup sehat adalah pencegahan termudah dalam menjaga diri dari penyakit termasuk diabetes melitus. Selain itu, memperdalam wawasan mengenai penyakit berbahaya ini juga bisa menjadi bekal untuk membantu mencegah serta menangani diabetes melitus.
Kamu bisa mengikuti Zoom Webinar bertema "Gejala Diabetes Yang Jarang di Sadari, Yuk Waspadai" untuk menambah wawasan tentang penyakit berbahaya ini. Catat waktunya, yaitu pada hari Rabu, 30 Juni 2021, mulai dari jam 11.00 hingga 12.00 WIB.
Dengan menghadirkan dokter dari Halodoc yaitu dr. Sri Marwanta Sp.PD serta influencer Fitri Ismi, semua hal yang berkaitan dengan diabetes melitus bakal dihadirkan di Zoom Webinar ini. Segera daftarkan diri kamu dan kerabat dengan cara klik di sini.
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim, Dokter Reviewer Content Halodoc
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
