Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Eatdible
Pasti masih ingat dong masa awal-awal pandemi dulu, di mana banyak kegiatan yang hanya dilakukan dari rumah saja. Selama momen tersebut, banyak orang yang melakukan eksplorasi membuat makanan dan minuman, hingga berbagi resepnya di media sosial. Siapa sangka, berawal dari coba-coba tersebut ternyata bisa menjadi peluang bisnis kuliner yang cukup menjanjikan?
Ini jugalah yang sempat dialami oleh Audrey. Momen awal pandemi yang membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah justru menjadi awal ia merintis usaha kuliner yang diberi nama Eatdible di Jakarta. Intip perjalanan inspiratifnya, yuk!

Langkah pertama Audrey dalam membangun Eatdible dimulai pada Juli 2020 selama menjalani work from home atau WFH. Ketika banyak orang mulai sering bereksplorasi memasak, ia pun tergerak untuk membuat mentai sendiri.
“ Setelah melakukan percobaan dan membagi-bagikan kepada orang sekitar, ternyata responnya sangat baik. Akhirnya kami memutuskan membuat mentai untuk dijual dengan brand Eatdible,” cerita Audrey ketika diwawancarai tim ManisdanSedap.com.
Nama Eatdible dipilih bukannya tanpa alasan. Audrey menjelaskan bahwa nama tersebut memiliki makna tersendiri yang berhubungan dengan usaha kulinernya.
“ Nama usaha Eatdible muncul karena kami ingin membuat beberapa macam makanan yang tidak berpatokan terhadap 1 jenis makanan saja. Agar orang-orang bisa melihat Eatdible bukan sebagai brand yang menjual hanya mentai saja tapi juga beragam makanan yang enak,” jelas Audrey.

Audrey mengaku bahwa tantangan selama mengembangkan Eatdible adalah banyaknya penjual yang sudah lebih dulu merintis, punya banyak karyawan dan memiliki cabang di mana-mana. Menurutnya, hal tersebut menyulitkan karena usaha yang dirintisnya hanya usaha keluarga dan tidak memiliki karyawan.
“ Kami hanya menerima pre order (PO) karena kami ingin pembeli merasakan makanan yang fresh baru dibuat, bukan sekadar dihangatkan saja. Awalnya PO kami hanya seminggu sekali, karena perlu adanya penyesuaian dengan kerja kantoran kami saat itu. Namun, akhirnya kami memutuskan untuk membuka PO setiap hari agar pelanggan tidak perlu menunggu lama,” cerita Audrey.
Di tengah perjalanannya, Audrey merasa bahwa persaingan mentai semakin banyak sehingga ia memerlukan produk baru untuk menarik perhatian pembeli. “ Akhirnya kami memutuskan untuk membuat onigiri yang saat itu masih sangat jarang dijual. Ternyata, peminatnya sangat banyak,” lanjutnya.
Begitu pandemi mulai usai, ia pun merasakan tantangan lain yang ternyata juga mempengaruhi usaha kulinernya. “ Sejak kondisi mulai kembali normal dan orang-orang mulai bisa membeli makanan lebih cepat dan mudah, usaha kami tentu berdampak dan saat ini menurun penjualannya. Namun, saya bersyukur karena Eatdible sudah memiliki pelanggan setia,” ungkap Audrey.

Eatdible menghadirkan menu pre order berupa mentai dan onigiri yang diolah dengan bahan-bahan berkualitas sehingga cita rasanya terjaga. Untuk mentai, ada berbagai ukuran tersedia mulai dari normal (300gr), medium (700gr), dan party (1000gr). Sementara itu khusus onigiri tersedia varian spicy tuna dan salmon.
“ Onigiri adalah makanan favorit di Eatdible karena kami sudah menjual lebih dari 2000 pcs saat ini,” lanjutnya.
Audrey pun memiliki harapan agar Eatdible yang dirintisnya ini bisa menjangkau lebih banyak konsumen di luar kota dan ke depannya bisa disajikan tanpa harus pre order. Harapan ini pun mendapatkan dukungan dari ManisdanSedap.com yang dikenal sebagai platform kuliner yang menjadi bagian dari KLY (KapanLagi Youniverse) sebagai Digital Media Network yang menaungi Liputan6.com, Merdeka.com, KapanLagi.com, Dream.co.id, Brilio.id, Fimela.com, Bola.com, Bola.net, dan Otosia.com.
Dilengkapi juga dengan tombol pemesanan, tinggal klik saja maka kamu akan dihubungkan langsung ke nomor WhatsApp untuk melakukan pemesanan. Transaksi dilakukan di luar platform sehingga nggak perlu ribet lagi.
Reporter: Maretha Norma
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya