Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Tren Mobil Tahun Ini? (Foto: Pixabay)
Dream – Tahun baru selalu diawali dengan resolusi. Tidak terkecuali untuk bidang teknologi yang perkembangannya kian pesat dengan persaingan semakin ketat.
Tahun lalu, semua merek mobil berlomba-lomba bersaing dengan menghadirkan teknologi dan desain terbaru untuk menjadi unggulan di mata konsumen. Maka, banyak produsen mobil memproduksi mobil sport utility vehicle (SUV) dengan teknologi CVT dan desain lebih agresif.
Tapi, apakah tren tersebut akan berlanjut hingga sepanjang tahun 2019?
Wakil Presiden PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, mengatakan tren lokal ini sama dengan global. Pasar masih berminat kepada mobil SUV.
“ Kendaraan di Indonesia desainnya akan lebih stylish dan tough,” kata Henry di Jakarta.
Dia mengatakan kemungkinan besar tahun ini, akan lebih banyak mobil-mobil berteknologi Technology New Global Architecture (TNGA).
" Teknologi ini sudah dipakai di luar negeri dan beberapa tipe sebelumnya, tapi tahun ini akan dterapkan di lebih banyak produk untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen yang lebih canggih," Kepala Divisi Pemasaran Toyota Astra Motor, Anton Jimmy Suwandi.
Anton mengatakan, walaupun penjualan SUV dengan teknologi TNGA lebih tinggi daripada tipe multi purpose vehicle (MPV), ini bukan berarti mobil MPV tak ramai diserbu pasar. Kendaraan ini masih punya komposisi besar dengan minat pasar 40 persen.
" Di tengah market, pemain MPV juga bertambah. Avanza jadi pilihan paling utama tahun kemarin. Kalau dari SUV, Rush diterima dengan baik. Tahun 2018, penjualannya meningkat dua kali lipat dibandingkan 2017," kata Henry.
Presiden Direktur Toyota Astra Motor, Yoshihiro Nakata, mengatakan penjualan mobil tahun ini akan berkembang lebih baik walaupun tidak signifikan. Nakata mengatakan ada kenaikan penjualan, tapi tidak terlalu drastis.
“ Pastinya (ada) persaingan untuk menyajikan semua jenis mobil keinginan konsumen,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya