Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Garam (Foto: Shuttterstock)
Dream - Tubuh manusia memiliki batasan anjuran untuk mengkonsumsi sesuatu yang sesuai dengan kebutuhannya. Salah satunya adalah garam. World Health Organization (WHO) memperingat untuk membatasi konsumsi sodium maksimal 2.400mg atau sekitar 1 sendok teh garam per hari.
Mengonsumsi garam secara berlebihan memiliki dampak yang buruk bagi tubuh, karena garam dapat berkontribusi untuk merendam air yang ada di dalam tubuh, sehingga memberi beban lebih besar pada jantung dan pembuluh darah.
Selain itu, kelebihan garam juga dapat berisiko memicu penyakit serius seperti darah tinggi, kanker usus, penyakit ginjal, batu ginjal, sakit kepala dan obesitas. Berikut tips-tips untuk mengurangi konsumsi garam.
Pertama, biasakan membaca label makanan secara teratur. Ketika membeli makanan olahan seperti keripik atau makanan ringan lainnya, baca nilai gizi pada label. Disarankan untuk menjaga konsumsi garam di bawah 2.300 mg atau kurang sehari. Carilah produk yang tidak mengandung garam tambahan.

Gunakan bumbu tambahan secukupnya. Selalu simpan bubuk cabe dan lada hitam di atas meja. Tambahkan ke dalam makanan untuk menambah rasa. Jika resep masakan membutuhkan sejumput garam, gantilah dengan bubuk bawang putih, bawang bombay, lada hitam, pala, jinten, bubuk kari, jahe, ketumbar, daun salam, atau mustard.

Garam herbal (Herb salt) dapat dibeli di pasar atau dibuat sendiri. Herbal seperti ketumbar, peterseli, mint, dan basil dapat digunakan untuk membuatnya. Gomasio adalah garam wijen khusus. Untuk membuatnya, campur 1 bagian garam dengan 5 buah biji wijen panggang dan ditumbuk. Orang Jepang menggunakan gomasio dalam makanan mereka untuk mengurangi penggunaan garam. Mereka juga menggunakan lebih banyak jahe dalam makanan mereka.

Makanan kaleng mengandung terlalu banyak garam, karena garam berfungsi sebagai pengawet. Mempersiapkan makanan sendiri adalah cara terbaik untuk mengontrol jumlah natrium dalam makanan yang hendak dikonsumsi.
Belilah bahan makanan segar seperti daging, sayur dan buah-buahan. Pantau asupan garam dengan menghindari makanan kemasan dan olahan, seperti makanan kaleng dan makanan ringan dalam kemasan.
Laporan Raissa Anjanique/ Sumber Times of India
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya