Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ibu Dan Anak (Foto: Toronto Star)
Dream - Anak-anak memang belajar banyak hal dari orangtua dan lingkungannya. Lalu bagaimana jika sebaliknya? Tentu saja bisa, yaitu orangtua bisa menjadikan anak-anak sumber pelajaran.
Tanpa disadari anak-anak sebenarnya 'menempa' orangtua jadi pribadi yang lebih sabar, matang dan penuh motivasi. Selain itu, sebenarnya Anda bisa meniru si kecil dalam hal-hal berikut
agar lebih menikmati hidup.
Luapkan amarah
Tentunya Anda tidak akan mengamuk di lantai, menendang, atau bahkan berteriak ketika atasan yangmenyebalkan meskipun sebenarnya Anda ingin melakukan hal tersebut. Maksudnya di sini adalah mengeluarkan emosi secara wajar. Bisa berteriak di kamar mandi atau menangis, ketika merasa sudah sangat kesal.
" Anak-anak hebat dalam meluapkan emosinya dan orangtua kadang membutuhkanya. Hal yang wajar untuk mengeskpresikan emosi selama tak merugikan orang lain," kata Tina Gilbertson,
psychotheraphist dan penulis buku How to Beat Bad Feelings by Letting Yourself Have Them, dikutip dari Parents.com.
Aktivitas fisik menyenangkan
Ketika Anda dan anak melakukan aktivitas fisik, anak sangat menikmatinya. Kegirangan hingga kelelahan saat melompat di trampolin atau kasur kamar. Cobalah berpikir seperti si kecil
yaitu membuat aktivitas fisik jadi lebih seru. Baik hanya jalan kaki, lari-lari kecil atau berolahraga. Lakukan semuanya dengan perasaan senang.
Bilang " tidak"
Tiru anak untuk bilang " Tidak" ketika Anda tidak ingin melakukan sesuatu. Tentunya dengan cara yang sopan, karena hal tersebut bisa mengurangi stres Anda dan memberikan waktu luang
untuk Anda nikmati.
Perasaan tak enak seringkali muncul saat ada undangan acara kantor di akhir pekan padahal ingin bersantai di rumah bersama keluarga. Cobalah belajar untuk bilang
'tidak' jika memang tidak ingin.
Katakan apa yang Anda inginkan
Anak-anak mengatakan dengan jelas apa yang mereka inginkan bahkan berulang kali. Jika Anda menginginkan sesuatu, katakan. Entah itu pujian di tempat kerja atau pasangan lebih
romantis. Cara ini juga membuat komunikasi lebih lancar.
Tidak menyalahkan diri sendiri
Anak-anak menangis karena sesuatu yang buruk terjadi dan itu sakit. Ketika mereka selesai menangis, mereka maju terus. Inilah yang harus Anda pelajari. Daripada mengkritisi diri Anda
terus-terusan, lebih baik diam sejenak. Lalu belajar dari kesalahan dan maju terus.
Bersenang-senang dengan hal kecil
Kapan terakhir kali Anda tersenyum hanya karena matahari bersinar? Atau kegirangan karena melihat pelangi? Sebagai orang dewasa, kita cenderung mengabaikan hal-hal sepele.
Bersyukur pada hal-hal kecil membuat perasaan jadi lebih bahagia.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012