Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak orang beranggapan kalau setelah bayi lahir ke dunia, pasti ibu akan sangat berbahagia. Namun kenyataannya tak selalu demikian. Justru di hari-hari pertama setelah bersalin, ibu sangat berisiko mengalami depresi.
Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan FKUI-RS Ciptomangunkusumo, Andon Hestiantoro, ada beberapa faktor yang membuat ibu baru melahirkan rentan depresi. Kemungkinan pertama, ibu mengalami masalah dengan persalinannya.
" Misalnya dia melahirkan dengan alat bantu seperti vakum atau dengan operasi caesar. Nah, ibu itu kadang tidak siap dengan karena berpikirnya akan melahirkan normal," kata dr. Andon dalam sebuah diskusi bersama Bayer memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia.
Faktor kedua adalah perubahan hormon yang terjadi pada tubuh ibu sesudah melahirkan. Pada saat persalinan hormon progesteron dan estrogen berada di titik paling rendah.
" Hormon itu diperlukan untuk memperkuat suasana hati dan mood untuk mencegah depresi," jelas Andon lagi.
Ketika ibu memperlihatkan gejala depresi, konsumsi kontrasepsi hormon diperlukan. Bisa dengan suntikatau mengonsumsi pil KB menyusui (Progestin Only Pil/POP). Fungsinya untuk menaikkan hormonnya seperti disampaikan pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Klinik Yasmin RSCM ini.
Ibu yang depresi membuat bayi yang baru dilahirkan jadi tidak mendapat perhatian penuh. Hal ini bisa saja mengganggu tumbuh kembang bayi seperti disampaikan Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia Emi Nurjasmi.
Itu sebabnya, dukungan berbagai pihak diperlukan oleh ibu untuk meminimalisasi kemungkian terkena masalah kejiwaan usai melahirkan. Hal yang juga sangat penting adalah dukungan suami.
" Justru pendampingan saat persalinan hingga keberhasilan ASI eksklusif itu perlu dukungan suami," kata Emi.
Jika sudah mendapat dukungan penuh dari keluarga, tapi ibu baru melahirkan menunjukkan gejala depresi, segera kontak psikolog atau psikiater untuk membantu.
Sumber: Benedikta Desideria/ Liputan6.com
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012