Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
(Foto: Carousell)
Dream - Peragaan busana tentu sudah biasa kita saksikan, tapi akan berbeda jika yang ditampilkan dari baju-baju second hand. Seperti yang ditampilkan Carousell yang menyelenggarakan fashion show pertama dengan memadukan berbagai macam barang preloved fashion.
Dikemas dalam Carousell Runaway, Carousell Indonesia menghadirkan rangkaian gaya fashion yang stylish dengan menampilkan baju-baju bekas pakai. Berkolaborasi dengan fashion stylish ternama, Erich Al Amin, terciptalah karya styling yang menarik.
“ Banyak orang berpikir bahwa tampil stylish berarti harus menggunakan baju baru. Namun
sebenarnya baju baru tidak harus baru, apalagi kini dengan kembalinya tren preloved fashion memudahkan para pecinta fashion dalam menjual barang-barang mereka yang sudah tidak digunakan lagi,” ujar Olivia Lautner, Associate Country Manager, Carousell Indonesia.
Bersama Erich, mereka menghadirkan 25 gaya hasil mix and match barang-barang preloved. Dibuat dalam styling sehari-hari yang tentunya sangat menarik untuk dikenakan. Karya merek tidak hanya cocok dikenakan saat lebaran, tapi bisa juga dijadikan referensi berpakaian dalam berbagai suasana.
" Membuktikan bahwa preloved fashion dapat menghasilkan berbagai macam gaya stylish apabila dikombinasikan dengan tepat," imbuhnya.
Untuk menciptakan gaya yang modis, meskipun memanfaatkan barang-barang bekas kuncinya terletak pada pada kejelian mencari barang yang masih bagus. Serta kekuatan padu padan dalam mengkolaborasikan atasan dan bawahan yang santun.
Ana Octarina, pengamat fashion di Indonesia menilai kegiatan ini mengajarkan para perempuan untuk menemukan cara berbelanja yang lebih bertanggung jawab.
" Dimana kita bisa melakukan penghematan namun tetap mendapatkan tampilan baru yang dicari," terang Ana.(Sah)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya