Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Periksa Dokter/ Foto: Shutterstock
Dream - Ibu hamil membutuhkan pemeriksaan rutin setiap bulannya. Dalam beberapa kondisi, pemeriksaan juga kadang dilakukan satu kali dalam seminggu. Hal ini untuk mengetahui kondisi ibu dan janin secara detail agar kehamilan berjalan baik hingga persalinan.
Para ayah atau suami, memang sebaiknya mendampingi saat ibu hamil melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Saat dokter menjelaskan soal kondisi kehamilan, perhatikan dengan seksama, jangan sampai tak mengetahui soal kesehatan istri dan janin dalam kandungan.

Dokter Yassin Bintang, spesialis obstetri dan ginekologi yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah, mengingatkan para suami untuk fokus sebentar mendengar penjelasan dokter. Pasalnya, mereka harus jadi suami siaga, gerak cepat jika terjadi sesuatu pada istri dan anaknya.

Lewat akun Instagramnya @yassinbintang, ia menulis " Tips buat papajen: Kalau lagi di ruang dokter, HPnya simpen dulu, perhatiin istrinya. Paling beberapa menit aja sih" .
Ia pun mengingatkan kalau anak dalam kandungan istri dibikin berdua. Saat 'membuatnya' tentu tak sambil lihat HP.
Komentar pun bermunculan dari para follower dr. Yassin. Seperti " Ini pasti barusan pakdok nemuin yg suaminya asik liat hape ya dok? hahaha" .
" Pas kontrol kandungan sih nggaa mainan HP, tapi setelah lahir, momongnya sambil mainan HP," komentar lainnya.
" Bikinnya online dok," respons kocak warganet.
© Dream
Dream - Sahabat Dream baru saja menikah dan ingin segera memiliki anak? Memang, peluang kehamilan paling tinggi di tahun pertama pernikahan. Jika sudah merencanakan kehamilan, ada baiknya melakukan sedikit perubahan dalam gaya hidup.
Dokter Yassin Bintang, spesialis obstetri dan ginekologi, lewat akun Instagramnya @yassinbintang, ia memberikan tips bagi para pengantin baru. Terutama yang mau segera memperoleh keturunan.
" Pertama praktekkan gaya hidup sehat ya, diet gizi seimbang, tidak merokok, tidak alkohol dan narkoba. Olahraga teratur jauhi gaya hidup kurang gerak, obesitas atau terlalu kurus," tulisnya.
Ia juga menyarankan untuk melakukan hubungan intim setiap dua atau tiga kali. Tak perlu terlalu memperhitungkan masa subur, hal terpenting adalah teratur.
" Hubungan seksual teratur yaitu 2-4 kali seminggu alias setiap 2 atau 3 hari. Jangan pake kontrasepsi, gak perlu ngitung masa subur, begitu haid selesai, mulai aja hubungan teraturnya," ungkap dr. Yassin.
Bagi pasangan yang sudah menjalani pernikahan selama satu tahun, tak memakai kontrasepsi dan kehamilan tak kunjung terjadi disarankan untuk berkonsultasi ke dokter. Jangan menunda agar tahu kondisi kesuburan dan kesehatan calon ayah dan ibu.
" Ketiga, peluang hamilnya tinggi pada setahun pertama yaitu 85 persen. Jangan panik kalau sudah setahun tanpa kontrasepsi belum hamil, segera ke dokter kandungan ya," pesan dr. Yassin.
Punya pertanyaan seputar kesuburan? Isi saja formulir ini, nantinya para dokter pakar kesuburan akan menjawab pertanyaan kamu di Instagram @Dreamcoid
© Dream
Dream - Masalah kesuburan bagi perempuan yang merencanakan kehamilan kerap membuat khawatir. Salah satu yang sangat berpengaruh pada kesuburan adalah usia. Tak dipungkiri, semakin bertambahnya usia membuat level kesuburan perempuan menurun.
Bagi Sahabat Dream dan pasangan yang tengah menjalani program hamil, mungkin penasaran apakah usia saat ini sedang berada di puncak kesuburan atau tidak. Dokter Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG-KFER dari RS Pondok Indah IVF, dalam program #DreamTestPack memberikan penjelasan.
" Seorang perempuan memiliki potensi kesuburan paling tinggi pada usia 20an hingga awal 30 tahun, karena pada usia tersebut mereka memiliki kuantitas maupun kualitas sel telur yang terbaik selain itu, angka kehamilan yang berisiko juga paling rendah pada usia tersebut," ujar dr. Shanty.
Disarankan, bagi yang sedang berada di rentang usia tersebut, untuk melakukan hubungan seksual secara rutin. Pasangan suami istri juga sebaiknya memperbaiki gaya hidup dan memenuhi asupan nutrisi dengan baik agar kehamilan bisa terjadi.
Hal yang juga sangat penting adalah mengetahui masa subur. Berhubungan intim pada masa subur akan meningkatkan kemungkinan hamil lebih tinggi. Bagaimana cara menghitungnya?
" Cara menghitung masa subur yang paling simpel adalah, ketahui dulu siklus haid kita, teratur atau tidak. Jadi pola haidnya yaitu jarak antar hari pertama hai dan ke haid berikutnya yang terbilang normal adalah 24 sampai 38 hari," kata dr. Shanty.
© Dream
View this post on Instagram
Punya pertanyaan seputar kesuburan? Isi saja formulir ini, nantinya para dokter pakar kesuburan akan menjawab pertanyaan kamu di Instagram @Dreamcoid
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya