Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pesona Alam Papua Barat (Foto: Inspiratorfreak.com)
Dream - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Kolombia Priyo Iswanto, Selasa 18 April 2017 lalu. Diplomat senior yang juga dipercaya merangkap sebagai Dubes RI untuk Antigua dan Barbuda itu mengunjungi Arief di Kantor Kemenpar, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat guna beraudiensi.
Priyo dalam kesempatan itu menceritakan hubungan Indonesia-Kolombia yang terjalin baik. Apalagi Indonesia berperan dalam menyumbangkan ide tentang rekonsiliasi antara Pemerintah Kolombia dengan kelompok The Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC).
" Indonesia adalah salah satu negara yang mendapat status bebas visa kunjungan dari pemerintah Kolombia," ujar Priyo dikutip dari keterangan pers tertulis, Kamis 20 April 2017.
Diplomat asal Kudus, Jawa Tengah itu juga menyinggung soal pariwisata. Menurutnya, angka terakhir jumlah wisatawan mancanegara (wisman) asal Kolombia ke Indonesia mencapai 3.800 orang. Dari angka itu, kata Priyo, ada potensi yang bisa digarap.
" Angka tersebut masih kecil, sekitar 0,1 persen dari total outbond Kolombia, namun angka tersebut menurut saya potensial berkembang karena di sana ada kebiasaan bagus, yaitu warga Kolombia setahun sekali harus berlibur," tuturnya.
Priyo juga mengungkapkan komitmennya untuk terlibat dalam Indonesia Incorporated dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. Mantan kuasa usaha ad interim Indonesia di Roma itu juga sudah punya jurus.
Ide Priyo antara lain mengirimkan wartawan Kolombia ke Indonesia untuk mempublikasikan potensi wisata dan mengembangkan kerja sama dengan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA). " Dan mengusulkan agar Kolombia masuk dalam daftar negara bebas visa kunjungan ke Indonesia," cetusnya.
Hanya saja, jarak tempuh Kolombia ke Indonesia memang relatif lama. Hitungannya mencapai 26 jam on board dengan waktu transit antara 4-6 jam. Menpar Arief Yahya pun antusias menyambut gagasan Priyo. Mantan dirut PT Telkom itu mendukung penuh ide Priyo untuk mengirim wartawan Kolombia ke Indonesia dan menggandeng ASITA.
Terkait usulan Priyo soal bebas visa kunjungan bagi turis Kolombia, Menpar Arief pun mengaku mendukungnya. Namun, katanya, hal itu akan dibahas lebih mendalam di tingkat pemerintah.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya