Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Meski bergenre film kartun atau program anak, ternyata tak semua tayangan di televisi 'aman' untuk ditonton buah hati di rumah. Beberapa acara kartun yang identik dengan anak-anak, masih banyak yang berisi adegan kekerasan dan seksual.
Memang sudah ada parental guide atau batasan usia yang sudah tertera di program, tapi hal tersebut tak selalu efektif. Beberapa adegan masih ada yang bisa dikategorikan bukan tontonan yang baik untuk anak-anak.
Hal ini terungkap dari survei yang dilakukan oleh tim psikolog dari Dartmouth College's Geisel School of Medicine, pada 300 episode acara televisi anak-anak. Beberapa adegan seperti merokok, minum alkohol, kekerasan, masih terlihat.
" Disarankan pada para orangtua untuk mendampingi anak saat menoton atau memang sudah pernah mereview tontonan sebelumnya. Begitu juga untuk games dan aplikasi permainan di ponsel. Penting bagi orangtua mengetahui detail, sebelum anak memainkannya," ujar Joy Gabrielli, PhD, seorang psikolog anak dari Dartmouth College's Geisel School of Medicine di Hanover, Jerman.
Gabrielli menyarankan pada anak-anak yang berusia 8 tahun ke atas, orangtua sudah bisa mengajaknya bicara terkait tontonan yang sehat. Anak sudah bisa diajarkan kalau tontonan yang sehat bisa dilihat di stasiun televisi tertentu atau program tertentu.
Saat mendampingi anak menonton televisi, bisa sambil melakukan diskusi. Terutama jika muncul adegan yang tak sesuai usianya, Anda bisa mengatakan adegan tersebut tidak untuk ditiru dan bisa membawa dampak buruk jika terus-menerus melihatnya.
Disarankan juga memberi batasan waktu bagi anak saat menonton televisi. Jangan sampai aktivitasnya malah dikontrol oleh jadwal acara televisi. Buat kesepakatan bersama kapan waktu-waktu anak bisa menonton dan tayangan apa saja yang boleh ditontonnya.
(Sah/Sumber: Very Well)
Baca Juga: 3 Alasan Buah Hati Selalu Mengabaikan Omongan Anda Cari Tahu Alasan Buah Hati Menangis di Sekolah Duo Ibu Anak Berhijab Tampil Garang di Ring Tinju Tak Ada Lagi 'Perang' dengan Buah Hati Jelang Tidur Jangan Larang Jika Si Kecil Ingin Jadi 'Ultraman' Cara Hadapi `Storm Period` Anak Puber Ingin Anak Lebih Pintar? Ibu Selalu Mendampingi Saat Belajar 3 Hal yang Wajib Diajarkan ke Anak Perempuan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya