Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sekitar 3 hingga 4 persen kehamilan, mengalami kondisi bayi yang sungsang. Kehamilan sungsang terjadi ketika kepala bayi tidak berada di bawa atau dalam posisi kepala di jalan lahir.
Dalam kehamilan normal, bayi akan secara otomatis memposisikan kepalanya ke bawah saat sudah siap lahir. Tapi ada beberapa bayi yang tak demikian. Posisinya melintang bahkan terbalik.
Pemicunya sungsang tentu saja pergerakan bayi, tapi menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang juga mempengaruhinya. Antara lain jika ibu sudah mengalami beberapa kali kehamilan atau memiliki riwayat kelahiran prematur.
Bisa juga karena jumlah ketuban terlalu banyak atau sedikit, sehingga mempengaruhi pergerakan bayi. Untuk mengetahui posisi bayi, penting dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Ada risiko yang harus diwaspadai jika posisi bayi dalam rahim mengalami sungsang. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah bayi menyangkut di jalan lahir. Hal ini berdampak pada suplai oksigen untuknya karena tali pusat tertahan.
Cara paling aman untuk melahirkan bayi dalam posisi sungsang adalah operasi caesar. Namun beberapa dokter memiliki pertimbangan sendiri jika tetap menjalani persalinan normal pada bayi dengan posisi sungsang. Tentunya keselamatan bayi dan ibu tetap jadi yang utama.
Sumber: Healthline
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya