Karya Sebastian Gunawan (Dream/Ratih Wulan)
Dream - Satu lagi prestasi membanggakan berhasil ditorehkan desainer sekaligus anggota Asian Couture Federation (ACF) di kancah internasional. Pada 3 Juli mendatang, Sebastian Gunawan didaulat menjadi perwakilan Indonesia untuk mempersembahkan rancangan adi busananya di ajang Paris Haute Couture Week.
Lebih dari 140 tahun, Paris berhasil mengukuhkan prestasinya sebagai kiblat bagi peragaan adi busana. Di perhelatan ini hanya desainer-desainer terbaik yang berkesempatan untuk menampilkan busananya.
" Saya akan mempersembahkan koleksi couture untuk musim gugur/musim dingin 2016," ungkap Sebastian saat menggelar konfrensi pers di Hotel Mulia Senayan, Rabu 11 Mei 2016.
Pria yang akrab disapa Seba ini mengaku terinspirasi dari cloisonnism. Sebuah gaya lukisan pasca impresionis yang menunjukan kesan kuat namun tidak menonjol, dipisahkan oleh kontur gelap.
Sebanyak 20 baju dirancang dengan kain berbahan lace, bordir, brokat dan dipercantik dengan ornamen-ornamen payet mewah. Dalam pemilihan warna pun, Seba cenderung menggunakan warna-warna feminim klasik seperti hitam, putih, abu-abu, emas, merah dan pink.
" Akan ada dua label yang akan di tampilkan di Paris, yaitu Sebastian Couture dan Couturissimo," imbuh Seba.
Masih setia dengan kesan elegan yang kuat, Seba berusaha mewujudkan label Couturissimo sebagai karya adibusana yang terjangkau bagi masyarakat luas. Seba pun berencana menjualnya secara daring (online) melalui website www.couturissimo.com.
" Akan dijual lewat online store, jadi semua orang di dunia bisa membelinya tepat bersamaan pas tanggal 3 Juli 2016," tuturnya.
Meskipun mengangkat teknik couture, Seba menjelaskan baju-baju tersebut dikerjakan secara manufaktur. Sehingga dapat dijual dengan harga yang terjangkau dikisaran harga 300-500 dolar saja.
" Saya mendesain couturissimo ini dengan harapan dapat mendesain baju-baju mimpi menjadi baju reality bergaya couture tapi affordable," tutupnya kemudian.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global