Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pembahasan soal kesehatan seksual dalam keluarga 'timur', masih jadi tema yang sulit. Banyak orangtua yang bingung untuk memulai menjelaskan soal kesehatan seksual pada anak-anaknya.
Padahal hal tersebut sangat penting, sebagai modal anak memasuki masa puber. Orangtua memiliki pengaruh yang begitu besar pada pemahaman anak terkait kesehatan pribadi, hubungan bahkan kehidupan seksual.
Untuk itu selalu cari cara dan tak perlu ragu untuk membahas dan mengedukasi anak soal kesehatan seksual. Dikutip dari Healthline sebuah laporan di Amerika Serikat menemukan bahwa banyak remaja dan dewasa muda bingung dan cemas tentang mengembangkan hubungan romantis yang sehat. Survei yang dilakukan peneliti dari Harvard University ini mencari jawaban dari dua ribu siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi.
Selain itu, mereka menemukan bahwa pelecehan seksual menyebar di kalangan kaum muda. Ini berlanjut pada tingkat kekerasan seksual yang tinggi.
Para peneliti mengatakan, orangtua perlu melakukan percakapan yang lebih dalam dengan anak-anak mereka tentang cinta, seks, dan komitmen. Sekitar 70 persen dalam survei itu mengatakan, mereka berharap orangtuanya bicara tentang aspek emosional dalam sebuah hubungan.
" Ini adalah tanggung jawab kita untuk bicara tentang seksualitas dan seks dari sejak lahir," kata Logan Levkoff, seorang pendidik.
Levkoff mengungkap, penting bagi orangtua untuk bicara dengan anak-anak tentang semua topik seputar seks. Misalnya seperti peran gender, keterampilan komunikasi, serta hubungan yang sehat.
Selain itu, diskusi semacam ini juga tidak harus menimbulkan rasa tidak nyaman bagi siapa pun yang terlibat. Buat diskusi dua arah, bukan hanya peringatan yang kaku. Dengan begitu, anak-anak jadi bisa menanyakan apapun yang membuatnya penasaran pada sumber yang tepat.
Laporan Giovani Dio/ Liputan6.com
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya