Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak-anak Mengaji Di Pengungsian Sigi (Foto: Ilman/ Dream)
Dream - Bismillahirrahmanirrahim. Kalimat pembuka dalam membaca Alquran itu terdengar selepas salat Magrib di pengungsian yang berada di Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Suara mengaji itu bersumber dari mushola darurat yang dibangun oleh relawan. Kebanyakan dari yang mengaji itu anak-anak. Mereka tak sendiri, ada beberapa ustaz yang berada di musholla untuk membangun anak-anak mengaji.
Satu persatu mereka menyetor surat-surat pendek untuk dibaca di hadapan ustaz. Ada yang lancar membacanya, ada juga yang perlu diulang beberapa kali oleh ustaz. Salah satunya, Ayra Ladiesetyo Simbara Ananda mengaku selalu semangat mengaji meski di tenda pengungsian.
" Saya sejak awal gempa sudah di sini dan mengaji," kata Ayra saat berbincang dengan Dream, Minggu 28 Oktober 2018.
Wajahnya berseri ketika ditanyakan sudah berapa surat yang dihafal. " Aku sudah hafal sepuluh surat. Boleh dites," ucap dia dengan percaya diri.
Sebelum dites, Ayra langsung membaca surat An Nas dengan lantang. Bacaan tajwidnya pun cukup bagus, seperti panjang pendeknya. Tapi masih lemah di tanda baca gunnah.
Selain Ayra, ada juga Putri Agustina juga ikut mengaji. Anak-anak yang penuh semangat itu sebelum tinggal di pengungsian memang rutin mengaji setiap malam.
" Memang kami selalu mengaji sebelum ada gempa juga," ujar Putri.
Anak-anak ini baru bertemu di pengungsian. Bencana yang mempertemuka mereka. Meski demikian tak ada rasa sungkan saling bersenda gurau satu sama lain. Selepas mengaji, mereka menyempatkan bermain sambil menunggu waktu salat Isya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya