Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tim Psikosial RSDC Wisma Atlet/ Foto: Instagram @decco_d
Dream - Tak bisa bebas sekolah, apalagi bermain dengan teman sebaya, lalu terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi, tentunya sangat berat bagi anak-anak. Stres, jenuh dan merasa terisolir kerap dialami anak.
Terutama mereka yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran. Rupanya saat dirawat di sana, para pasien anak bukan hanya ditangani dokter, suster dan tim medis.
Ada juga tim psikososial yang terdiri dari psikolog, psikiater dan relawan. Mereka bekerja sama untuk membantu menjaga kesehatan jiwa dan kestabilan psikologis para pasien termasuk pasien anak.
Menteri BUMN, Erick Thohir dalam akun Instagram resminya @erickthohir memperlihatkan relawan tim psikosial yang menghibur anak-anak. Salah satunya ada badut yang mengenakan baju APD (alat pelindung diri).
" Saya mendapat kiriman video ini dan merasa sangat tersentuh sekali. Saya berterima kasih untuk kakak Badut yang sungguh sungguh dalam menghibur anak anak di wisma Atlet. Saya belum kenal Kakak Badut, tapi saya tau anda berhati mulia. Terima kasih ya. Saya berterima kasih kepada tim mental healing di Wisma Atlet yang tidak kenal lelah memastikan anak anak disana bisa tetap gembira dalam situasi seperti ini. Tentu bukan pekerjaan mudah menghibur dan menyembuhkan mental anak anak ketika mereka terpapar Covid 19. Sampai ada yg menjadi badut segala. Luar biasa perjuangan Anda. Saya salut," tulis Erick.
View this post on Instagram
© Dream
Tim psikosial berperan untuk menjaga mental anak-anak tetap dalam kondisi baik meski harus menjalani isolasi. Pasien anak bisa melakukan banyak aktvitas seperti menggambar, bermain serta bernyanyi dan aktivitas lainnya. Hal ini diungkapkan oleh salah satu tim di akun Instagram @decco_d.
" Semangat kakak² Petugas Sosial dari Tim Layanan Dukungan Psikososial yang penuh kreativitas, loyalitas dan dedikasi untuk anak-anak bangsa. Kegiatan hari ini diisi dengan acara menari bersama, fun games dan di akhir acara anak-anak mendapatkan bingkisan dari kakak-kakak Petugas Sosial," tulisnya.
Ia berharap agar Covid-19 di Indonesia cepat mereda. " Semoga adek-adek, kakak-kakak, bapak, ibu di Wisma Atlet Kemayoran serta seluruh Indonesia segera pulih dan kita semua dapat berkarya kembali untuk Indonesia," tulisnya.
View this post on Instagram
© Dream
Dream - Lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Tengah, seperti di Jakarta, sangat tinggi. Pasiennya banyak berasal dari usia anak. Mereka pun harus menjalani isolasi di tempat yang telah disediakan pemerintah agar tidak menulari ke orang lain atau keluarga dekatnya di rumah.
Seperti bocah lelaki bernama Christoper asal Semarang. Ia terpapar virus dan sedang menjalani isolasi bersama adiknya. Hal itu tak membuatnya sedih, justru ia berusaha tetap semangat.
Terbukti saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, datang ke tempat isolasi, Christoper memperkenalkan dirinya dengan baik. Anak pintar ini juga bercerita kalau ia tertular dari sang adik.

" Kamu dapat bola basket? Taruh aja di luar, bola basketnya jangan taruh di dalam," kata Ganjar penuh canda merujuk pada perut bulat Christoper.
" Ini bukan bola basket," ujar Christoper menanggapi dengan polos.
© Dream
Percakapan berlanjut. Ganjar penasaran, Christoper tertular Covid-19 dari siapa. Ia pun bertanya " ketularan sopo?" .
Christoper pun langsung menjawab. Ia menunjuk adik perempuan yang berdiri di sebelahnya.

" Ini nih, ini yang pertama ketularan," kata Christoper.
Ganjar juga menanyakan menu makanan di tempat isolasi tersebut. Christoper mengungkap kalau makanan yang disediakan cukup enak.
" Makanananya enak gak di sini? Selama kamu di sini makan yang paling enak apa?," tanya Ganjar.
" Ayam goreng," jawab Christoper mantap.
Lihat saja momen percakapan seru mereka dalam Instagram @ganjar_pranowo.
View this post on Instagram
© Dream
Dream - Menaruh handuk dengan melempar di jemuran dan tak melebarkannya termasuk hal yang sangat menjengkelkan. Rupanya, Ringgo Agus punya kebiasaan buruk ini. Siapa sangka kalau hal itu membuat anaknya, Bjorka, yang masih berusia 5 tahun kesal.
Bjorka menegur sang ayah dan langsung meminta Ringgu untuk membenarkan posisi handuk agar dijemur dengan benar. Bjorka bahkan mengomel layaknya ibu-ibu melihat kelakukan Ringgo yang tak pernah benar menjemur handuk.
Video Ringgo kena semprot Bjorka diunggah Sabai, istri Ringgo di akun Instagramnya @sabaidieter. Sabai tampak puas melihat Bjorka yang menegur suaminya.

" Huahahahaha rasain baba! Bjorka yg selalu gemes kalo liat baba jemur handuk sembarangan, kemaren baba sampe dipanggil mau diajarin cara yg jemur yg bener ????????. Benernya ini masih ada lanjutannya bjorka bilang, " Baba jangan males dong!" Tapi keburu udah aku stop videonya. MAMA BANGGA NAK," tulis Sabai.
© Dream
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya