Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kondisi rumah porak poranda, orangtua tak ada kabarnya, tinggal di pengungsian dengan banyak orang dari berbagai daerah yang tak dikenal. Hal ini tentu sangat menakutkan dan membuat anak-anak mengalami guncangan psikologis.
Dalam kondisi demikian, mereka sangat rentan terperdaya oleh oknum sindikat perdagangan anak. Dikutip dari KabarMakkasar.com, sindikat perdagangan anak di Kota Makassar mulai mengincar anak-anak korban gempa Palu dan Donggala.
Modus yang digunakan adalah mengaku-ngaku sebagai keluarga korban di pengungsian. Seperti temuan kasus yang belum lama terjadi di pengungsian korban gempa Palu di Makassar.
Awalnya seorang bocah berusia enam tahun tiba di Kota Makassar setelah menumpang pesawat Hercules dari Palu. Sang anak dikabarkan terpisah dari orang tuanya di Palu, dan entah kenapa ia ikut rombongan pengungsi pada tanggal 29 September ke Makassar, sehari pasca-tsunami.
Di Makassar, sang anak yang ditampung di kamp pengungsi sementara mengalami trauma dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit. Saat dirawat inilah, datang seseorang yang mengaku keluarga sang anak.
" Dia hampir saja dibawa oleh seseorang yang mengaku keluarganya," kata seseorang relawan.
© Dream
Si anak yang masih tampak trauma juga tidak memberikan penolakan dan ia mengiyakan pengakuan pelaku. Beruntung sebelum korban dibawa pelaku, datanglah keluarganya dan memberikan bukti-bukti autentik soal sang anak. Akhirnya si bocah kembali ke keluarganya hari ini.
" Kejadiannya tadi siang, di salah satu lokasi pengungsi di Makassar," kata Rahma, salah seorang relawan yang mengetahui kejadian ini, seperti dikutip KabarMakassar.com.
Menurut dia, saat ini ada beberapa anak-anak korban gempa yang tiba di Makassar. Ia berharap para pengawas atau relawan melakukan pengawasan kepada setiap anak.
" Anak-anak kan masih trauma, jadi gampang diperdaya. Jangan sampai ini dimanfaatkan sindikat perdagangan anak," ungkap Rahma menambahkan.
Sumber: Kabarmakassarcom/ Liputan.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya