Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lemari Es (Foto: Shutterstock)
Dream - Freezer dan kulkas jadi penyimpanan makanan utama, terutama bahan mentah di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Pastikan kerja kulkas optimal, agar bahan makanan di dalamnya selalu segar.
Jika suhu kulkas tak stabil bisa memicu pertumbuhan bakteri jadi lebih cepat. Hal ini berdampak pada pembusukan makanan. Ada trik penting untuk menghindari pertumbuhan bakteri pada makanan di kulkas.
Jagalah agar freezer tetap dingin. Cuci tangan dan tempat yang bersentuhan dengan daging mentah. Jangan pernah meletakkan daging yang dimasak di atas piring yang berisi daging mentah. Selain itu, makanan harus dimasukkan ke dalam lemari es dalam waktu satu hingga dua jam setelah dimasak.
Bakteri berkembang biak dengan cepat pada suhu antara 40 F dan 140 F, yaitu dalam makanan yang mudah rusak seperti daging dan produk susu. Itulah mengapa sangat penting untuk menyimpan makanan yang mudah busuk pada suhu di bawah 40 F.
Pada suhu kulkas, yaitu 32 hingga 40 F, bakteri masih bisa tumbuh, tetapi pertumbuhan itu melambat, sehingga memperpanjang daya tahan makanan, meskipun itu tidak menghentikan pertumbuhan bakteri sepenuhnya.
Itu sebabnya bahan makanan mentah yang mudah rusak harus cepat digunakan dalam jangka waktu tertentu, biasanya 3 hingga 4 hari, bahkan ketika sudah didinginkan dengan benar.

Jik kamu berpikir tidak akan memakan sisa makanan dalam jangka waktu yang tepat, pertimbangkan untuk membekukan makanan. Berikut adalah jangka waktunya:
- Daging sapi segar: 3 hingga 5 hari di lemari es; 4 hingga 12 bulan di dalam freezer
- Daging / unggas yang dimasak: 3 hingga 4 hari di lemari es; 2 hingga 6 bulan di dalam freezer
- Daging giling: 1 hingga 2 hari di lemari es; 3 hingga 4 bulan di dalam freezer
- Sosis (mentah): 1 hingga 2 hari di lemari es; 1 hingga 2 bulan di dalam freezer.
Laporan Raissa Anjanique/ Sumber: TheSpruce
Dream - Lemari es atau kulkas tentunya jadi alat rumah tangga yang penting untuk dimiliki di rumah. Bahan-bahan makanan, minuman, termasuk skincare akan lebih tahan lama saat disimpan di dalamnya.

Banyak yang beranggapan, bahan makanan apa pun akan lebih segar dan tahan lama jika disimpan dalam kulkas. Hal ini sebenarnya salah besar. Justru ada beberapa bahan makanan yang tak direkomendasikan untuk ditaruh kulkas.
Sahabat Dream jangan sampai salah. Ketahui apa saja bahan makanan dan minuman yang tak boleh disimpah di kulkas dan alasannya berikut.
Jangan pernah menyimpan tomat utuh dalam kulkas. Kulitnya yang lembut dan halus, serta rasanya yang segar akan hilang. Tomat malah akan jadi lebih cepat kering dan kulitnya menjadi rusak, keriput.

Lebih baik simpan di suhu ruangan. Meja dapur atau wadah khusus untuk sayur dan bumbu. Jika memang ingin lebih praktis buatlah puree tomat dan simpan dalam wadah sekali pakai satu porsi lalu masukkan freezer. Saat ingin memasak, tinggal dicampur dengan bumbu.
Siapkan juga wadah khusus di dapur untuk menaruh kentang. Jangan memasukkannya dalam kulkas.Kentang yang disimpan di suhu dingin akan mengalami proses modifikasi pati, gulanya akan semakin tinggi dan menjadi tidak sehat.

Tak hanya itu, terjadi juga perubahan rasa. Cukup taruh di tempat yang jauh dari sinar matahari, dan gelap. Kentang akan jauh lebih awet.
Cairan kaya gizi satu ini juga jangan ditaruh di dalam kulkas. Suhu dingin yang terus menerus akan membuatnya mengkristal. Memang, saat ditaruh di tempat yang hangat atau didiamkan dalam suhu ruang, kristal tersebut akan hilang.

Sayangnya, proses tersebut akan merusak nutrisi, rasa dan teksturnya. Belum lagi bahwa udara dingin dapat merangsang pertumbuhan jamur di permukaan madu, yang mungkin saja memicu keracunan makanan dan infeksi usus yang serius.
Sumber: Medical-news.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya