Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Kecelakaan Mobil. (Foto: Pixabay)
Dream – World Health Organization (WHO) belum lama ini merilis laporan tentang kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Dalam laporan yang berjudul Global Status Report on Road Safety 2018” itu, ada 1,35 juta orang di dunia yang meninggal karena kecelakaan selama tahun ini.
Dikutip dari laman WHO, Rabu 12 Desember 2018, organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di bidang kesehatan, menggarisbawahi bahwa korban kecelakaan lalu lintas didominasi oleh anak-anak dan orang muda di kisaran 5 tahun-29 tahun.
“ Kematian ini adalah harga yang tidak bisa diterima untuk membayar mobilitas,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Ghebreyesus mendesak otoritas yang berwenang untuk segera bertindak dalam menekan angka kecelakaan. “ Laporan ini adalah seruan bagi pemerintah dan mitra untuk mengambil tindakan yang jauh lebih besar untuk menerapkan langkah-langkah ini,” kata dia.
Laporan WHO menyebut risiko kematian pada kecelakaan lalu lintas di negara berpenghasilan rendah, lebih besar dariopada negara yang berpenghasilan tinggi. Misalnya, di Afrika, angka kematian karena kecelakaan lalu lintas sebesar 26,6 orang per 100 ribu penduduk, sedangkan Eropa 9,3 orang per 100 ribu penduduk.
Laporan tersebut juga mengatakan ada tiga wilayah yang sukses menekan angka kematian lalu lintas, yaitu Amerika, Eropa, dan Pasifik Barat.
Duta Besar Global WHO untuk Penyakit Tidak Menular dan Cedera, Michael R. Bloomberg, mengatakan, keamanan jalan menjadi isu yang tak mendapatkan perhatian semestinya. Bloomberg mengatakan, angka korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas bisa ditekan dengan kampanye dan penegakan hukum yang kuat tentang keselamatan berkendara.
“ Kami tahu intervensi mana yang berhasil. Kebijakan dan penegakan yang kuat, desain jalan yang cerdas, dan kampanye kesadaran publik yang kuat dapat menyelamatkan jutaan jiwa selama beberapa dekade mendatang,” kata dia.
WHO menyebut banyaknya jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, disebabkan oleh ngebut, mabuk, serta tidak memakai helm atau sabuk pengaman ketika berkendara.
Untuk itu, diperlukan infrastruktur yang lebih aman seperti trotoar dan jalur khusus bagi pengendara sepeda dan sepeda motor serta peningkatan standar kendaraan yang menggunakan kontrol stabilitas elektronik dan pengereman.
Variasi kematian lalu lintas juga tecermin dari pengguna jalan. Pejalan kaki dan pengendara sepeda menyumbang 26 persen dari semua kematian lalu lintas. Angka kematian setinggi 44 persen di Afrika dan Mediterania Timur.
Pengendara sepeda motor dan penumpang bertanggung jawab atas 28 persen dari semua kematian lalu lintas jalan. Untuk “ kategori” ini, penyumbang tertinggi ada di Asia Tenggara sebesar 43 persen dan Pasifik Barat 36 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam