Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Studi: Metode Cegah Penularan Covid-19 Terampuh Sebelum Ada Vaksin

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 24 Juli 2020 19:12
Studi: Metode Cegah Penularan Covid-19 Terampuh Sebelum Ada Vaksin
jika semua orang mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker dan menjaga jarak sosial satu sama lain, hal ini dipercaya dapat menghentikan penyebaran Covid-19

Dream - Pandemi virus corona di dunia belum juga berakhir, begitupun di Indonesia. Bahkan di Indonesia sendiri, disebut-sebut belum mencapai puncak gelombang pertamanya.

Namun, apakah pandemi ini dapat dihentikan? Bila menunggu vaksin, jelas akan memakan waktu yang lama.

Dilansir dari laman Liputan6.com, jika semua patuh pada prokotol seperti menjaga jarak, sering mencuci tangan secara teratur, serta menggunakan masker, penyebaran Covid-19 diyakini bakal bisa berkurang. Bahkan langkah sederhana namun memerlukan disiplin tinggi ini tetap akan efektif jika penemuan vaksin mash membutuhkan waktu lama atau hanya ada pengobatan tradisional sebagai alternatif.

1 dari 5 halaman

Syarat Metode Berhasil

Keyakinan ini disampaikan ilmuwah dalam sebuah publikasi ilmiah di jurnal PLoS Medicine pada Selasa, 21 uli 2020. Studi itu menjelaskan adanya penciptaan model baru ntuk melihat penyebaran penyakit dan upaya pencegahan yang dapat membantu penyebaran virus lebih cepat.

" Tingkat kontak dalam penelitian ini didasarkan pada interaksi orang-orang di Belanda, tetapi model ini sesuai untuk negara-negara Barat lainnya," kata para peneliti di University Medical Center Utrecht, Rabu 23 Juli 2020.

" Epidemi besar dapat dicegah jika tindakan pencegahan berhasil mencapai lebih dari 50 persen," tulis para peneliti.

 

 

2 dari 5 halaman

Metode Diyakini Paling Ampuh

Namun, menurut model tersebut, jika publik lambat menyadari dan mengubah perilaku kesehariannya, upaya itu dapat mengurangi jumlah kasus. Kendati demikian tetap tidak menunda puncak kasus.

Menurut studi tersebut, jika pemerintah menerapkan penutupan wilayah (lockdown) lebih awal, tetapi tidak ada yang mengambil langkah-langkah perlindungan pribadi tambahan, ini akan menunda tetapi tidak mengurangi puncak dalam kasus. Intervensi tiga bulan akan menunda puncaknya, paling banyak, tujuh bulan.

Apabila pemerintah menerapkan peraturan ketat mengenai jarak sosial yang juga dikombinasikan dengan kesadaran penyakit dan langkah-langkah kesadaran pribadi, ketinggian puncak orang terjangkit virus Covid-19 pun dapat dikurangi, bahkan setelah aturan pemerintah soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan.

3 dari 5 halaman

" Selain itu, efek kombinasi tindakan untuk diri sendiri (self-imposed) bisa jadi tambahan," tulis para peneliti.

" Secara praktis, itu berarti bahwa SARS-CoV-2 tidak akan menyebabkan wabah besar di negara di mana 90% populasi mengadopsi cuci tangan dan jarak sosial yang efisien sebesar 25%."

Bahkan dengan jarak sosial yang ditentukan sendiri, kontak dengan orang lain mungkin tidak sepenuhnya bisa dihindari.

Misalnya, orang yang hidup bersama akan berinteraksi, meningkatkan kemungkinan seseorang jatuh sakit. Jadi wabah kecil masih mungkin terjadi.

4 dari 5 halaman

Pemerintah Harus Galakkan Edukasi Covid-19

Para penulis berpendapat bahwa pemerintah harus memberikan pendidikan masyarakat mengenai penyebaran virus dan meningkatkan kesadaran tentang peran penting dari menjaga jarak, mencuci tangan dan juga menutupi penggunaan dalam mengendalikan epidemi yang sedang berlangsung.

" Jika kita semua menggunakan atau memakai masker untuk beberapa minggu ke depan, di seluruh negara, penularan virus ini akan berhenti," kata Dr. Robert Redfield.

Laksamana Brett Giroir, seorang anggota gugus tugas Virus Corona COVID-19 Gedung Putih, mengatakan dalam sebuah pengarahan dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS pada hari Kamis bahwa masker dan jarak fisik (sosial distancing) dapat dengan cepat menghentikan penyebaran pandemi.

 

5 dari 5 halaman

" Jika kami memiliki tingkat ketaatan dengan aturan dengan langkah-langkah sederhana ini, model kami mengatakan itu benar-benar sama baiknya dengan mematikan virusnya," kata Giroir.

Melihat studi tersebut, menyadarkan kita bahwa hal-hal sederhana dapat berpengaruh besar pada persebaran wabah.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

 

Beri Komentar