Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menguak Kabar Suplemen Penambah Imun Bisa Lindungi Anak Dari COVID-19?
Dream - Sejak pandemi corona Covid-19 menyerang berbagai kalangan usia, para orang tua menjadi lebih khawatir dengan kondisi anak-anaknya. Apalagi, gejala flu dan corona agak sulit dibedakan sehingga memicu ayah dan bunda lebih paranoid.
Di tengah kondisi ini, beredar sebuah isu yang menyatakan suplemen penambah imunitas mampu melindungi anak dari terpapar virus corona covid-19.
Padahal menurut para ahli, belum ada penelitian yang menyebutkan keunggulan dari suplemen tersebut. Berikut penjelasannya.
Dr. Helen A. Brough, konsultan terkenal di bidang alergi dan imunologi pediatrik di Rumah Sakit Anak Evelina London, mengatakan penyakit flu mampu membangun kekebalan anak dari virus corona Covid-19.
Meski begitu, sampai saat ini belum ada bukti yang menyebut bahwa suplemen tertentu mampu melindungi seseorang terhadap infeksi Covid-19. Hanya saja, menjaga kesehatan dan imunitas anak menjadi salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan.
Di Inggris, pemerintah menganjurkan semua anak hingga usia lima tahun mengkonsumsi suplemen vitamin A, C dan D. Tak lupa, orang tua harus memperhatikan keseimbangan gizi anak dan diimunisasi.
Melansir dari pernyataan pediatrik dari Akademi Alergi Eropa dan imunologi klinis, anak-anak memang merupakan kelompok umur yang berisiko paling rendah tertular covid-19.
Pada kasus corona yang terjadi pada anak-anak, jarang sekali ditemui sindrom hiper inflamasi (peradangan).
Anak yang terinfeksi virus corona Covid-19 biasanya memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Seperti flu kawasaki (peradangan pada pembuluh darah) sehingga diindikasi terinfeksi covid-19. Mereka akan dirawat intensif di rumah sakit untuk penyelidikan selanjutnya.
Untuk membedakan gejala penyakit flu biasa dengan Covid-19 memang perlu tes berkelanjutan. Namun para orang tua tetap bisa melihatnya dari gejala yang dirasakan anak.
Pada orang yang terinfeksi Covid-19, gejala yang biasa muncul adalah demam tinggi, batuk terus-menerus, dan mati rasa atau sulit mencium bau.
Pasien dengan gangguan asma, memang bisa merasakan gejala batuk. Namun hal itu jarang dibarengi dengan demam tinggi yang terus-menerus. Selain itu, pilek atau bersin juga bukan serta merta menjadi tanda tertular covid-19. Bisa saja, gejala tersebut hanyalah gejala pilek atau alergi biasa.
Untuk itu, para orang tua agar lebih hati-hati dan menjaga imunitas anak demi mencegah penularan covid-19. Tidak panik dan tetap menjaga pola hidup sehat menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan.
(Sah, Sumber Times of India)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya