BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penelitian yang dilakukan King Collage London, Inggris, menunjukkan bahwa orang dewasa yang sudah menerima suntikan vaksin penuh tidak hanya mengurangi risiko tertular, tetapi juga memperkecil risiko terkena long Covid.
Penelitian tersebut memperlihatkan orang yang telah mendapat dua dosis vaksin kemungkinan kecil risiko keparahan berkurang 50 persen jika dibandingkan dengan mereka yang belum menerima suntikan vaksin sama sekali.
Dalam sebuah penelitian, sebagian orang yang pernah terkena Covid dan kembali pulih dalam waktu empat pekan dapat mengalami gejala tambahan selama berbulan-bulan. Ini yang disebut sebagai long Covid.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal The Lancet Infectious Diseases. Para peneliti juga menegaskan bahwa vaksinasi bisa menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit parah.
Namun disebutkan, dampak vaksin terhadap long Covid masih belum banyak diteliti.
Selain mengungkap dampak vaksin terhadap long Covid, para peneliti di Inggris juga menyerukan kelompok rentan mendapat vaksin penguat atau booster.
" Dalam konteks long Covid, kabar baiknya adalahh hasil penelitian kami menemukan orang yang sudah mendapat dua dosis vaksin kecil risikonya terpapar virus dan jika pun terkena maka kecil kemungkinannya akan mengalami long Covid," kata Penny Ward, dokter yang ikut dalam penelitian dalam penulisan jurnal yang disusun di UK-based Science Media Centre, Rabu 1 September 2021.
Sebelumnya juga, Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid, mengatakan vaksin menyelamatkan lebih dari 105.000 nyawa dan mencegah lebih dari 24 juta warga tertular.
" Sudah jelas vaksin mampu melindungi diri dari virus dan cara terbaik untuk melindungi orang dari penyakit serius. Saya sangat menyarankan siapa pun yang bisa divaksin agar segera mendapat dua dosis vaksin sesegera mungkin," kata Javid.
Sumber: CNN
Dream - Vaksinasi telah terbukti bisa mengurangi pasien rawat inap dan angka kematian akibat Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
Ia mengatakan akselerasi vaksinasi adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh banyak negara di dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Menlu Retno menambahkan hasil analisis menunjukkan vaksinasi mampu mengurangi kemungkinan pasien dirawat dan mampu menekan angka kematian akibat Covid-19.
" Data dari berbagai negara menunjukkan bahwa mayoritas mereka yang terinfeksi dan menjalani rawat inap adalah mereka yang belum divaksin," kata Retno saat siaran pers, Jumat (20/8/2021).
Kemudian, ia juga menjelaskan penyebaran Covid-19 pada 2021 ini dua kali lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Pada 4 Agustus 2021, lanjut Retno, kasus Covid-19 di tingkat global sudah mencapai angka 200 juta.
" Dunia hanya memerlukan waktu 6 bulan untuk mencapai 100 juta kedua. Sementara, 100 juta kasus pertama memerlukan waktu lebih dari 1 tahun, artinya terjadi penyebaran Covid-19 dua kali lebih cepat saat ini," terangnya.
Selain itu, Retno juga menambahkan, kawasan Amerika Utara mengalami kenaikan kasus virus corona sebesar 12 persen pada periode 12-19 Agustus 2021. Kenaikan kasus Covid-19 juga terjadi di kawasan Eropa sebesar 3 persen dan Oceania 24 persen.
Di samping itu, kawasan ASEAN mengalami penurunan kasus sebesar 0,4 persen. Akan tetapi beberapa negara di ASEAN masih mengalami kenaikan signifikan seperti Brunei Darussalam yang mengalami kenaikan 304 persen, Filipina 41 persen, Vietnam 12 persen, dan Thailand 6 persen.
" Kita di Indonesia alhamdulillah di periode tersebut dapat kembali menekan penyebaran kasus yaitu sebesar minus 22 persen," katanya.
Berbicara soal vaksinasi, Indonesia kembali kedatangan 450 ribu vaksin AstraZeneca dari Belanda melalui kerjasama bilateral, kamis malam 19 Agustus 2021.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kedatangan vaksin tadi malam merupakan pemberian tahap pertama dari Belanda yang memberikan dukungan 3 juta dosis vaksin.
" Malam ini kita menerima 450 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang merupakan dose sharing dari Pemerintah Belanda. Kedatangan Astrazeneca merupakan tahap pertama dari komitmen pemerintah Belanda untuk memberikan dukungan 3 juta dosis vaksin bagi Indonesia melalui mekanisme kerja bilateral, dose sharing mechanism," jelasnya.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
