Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Permainan Lego (Foto: Shutterstock)
Dream — Permainan menyusun balok sangat disukai balita. Saat usianya bertambah, mereka akan membutuhkan mainan yang lebih menantang dalam hal menyusun sesuatu. Salah satu permainan yang sangat disukai anak, bahkan orang dewasa adalah Lego.
Mainan ini termasuk mainan edukatif andalan banyak orangtua. Banyak sekali efek positif saat anak memainkannya. Apa saja?
- Melatih motorik halus
Motorik halus anak-anak perlu terus dilatih. Saat menyusun lego, jari-jarinya akan menumpuk, mengencangkan dan seluruh mata, tangan dan otaknya bakal berkoordinasi secara oprimal. Hal ini sangat baik untuk merangsang motorik halusnya yang sangat dibutuhkan saat ia belajar menulis nantinya.
- Memecahkan masalah dan matematika
Mengikuti instruksi untuk merakit Lego juga memiliki banyak manfaat untuk pemecahan masalah, melatih fokus, dan perhatian pada detail. Ide-ide simetri, keseimbangan, bentuk dan ukuran dieksplorasi selama bermain.
Anak-anak juga mulai konsep pecahan ketika mereka mengamati berapa banyak potongan kecil yang dapat ditampung menjadi potongan besar dan dapat mulai bereksperimen dengan pembagian.
- Kemampuan komunikasi
Lego adalah cara yang bagus untuk menghilangkan stres dan terlibat dalam percakapan yang bermakna dan menyenangkan. Ketika anak-anak mengomentari kreasi Lego mereka, mereka mengembangkan keterampilan komunikasi yang penting termasuk kemampuan untuk menjelaskan ide-ide, menggambarkan pekerjaan yang dilakukan, berbicara tentang proses dan verbalisasi tantangan yang mereka miliki saat menyusunnya.
- Belajar kegigihan
Untuk membuat sebuah menara dari lego dibutuhkan fokus, usaha serta trik yang mumpuni. Sebelum tahu formulasi yang pas, biasanya bakal berkali-kali gagal, jatuh atau roboh. Dengan bermain lego, anak belajar bagaimana konsisten dan gigih hingga bangunan yang diinginkannya terwujud.
Sumber: NSW Edu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya