Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Daun Kol (Foto: Pixabay)
Dream - Awal-awal menyusui sebagian besar perempuan akan mengalami rasa sakit. Muncul rasa ngilu karena kelenjar susu yang membengkak karena produksi ASI. Belum lagi nyeri di bagian puting.
Kondisi ini memang sangat menyiksa, tapi menyusui harus tetap dilakukan. Bayi perlu asupan gizi dan payudara perlu 'dilatih' agar terbiasa. Banyak cara untuk mengatasi rasa nyeri saat menyusui.
Cara yang lazim adalah menggunakan krim atau mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun ada lagi satu yang wajib dicoba, yaitu mengompresnya dengan daun kol lebar yang sudah didinginkan di kulkas.
Hal ini bahkan diteliti dalam sebuah studi berjudul The Effectiveness of Cabbage Leaf application (treatment) on Pain and Hardness in Breast Engorgement and its Effect on the Duration of Breastfeeding.
Dalam jurnal yang diterbitkan pada US National Library of Medicine National Institutes of Health pada 2012, percobaan pertama menunjukkan, lebih sedikit ibu yang melaporkan pembengkakan payudara.
Cara yang dilakukan adalah dengan mengompres payudara sepanjang malam. Hasil temuan, mengkompres payudara mampu kurangi skor nyeri. Artinya, ada penurunan yang signifikan secara statistik dalam skor nyeri dari 1,8 poin (30 persen) dengan daun kol.
Sebanyak 18 persen ibu menyusui mengkompres payudara pakai daun kol secara eksklusif selama menyusui, yakni enam minggu. Perawatan daun kol pada ibu menyusui efektif mengurangi pembengkakan payudara.
Selain mengurangi pembengkakan dan nyeri pada payudara, hasil studi juga menunjukkan, ada peningkatkan durasi menyusui. Menyusui jadi lebih lama sehingga kebutuhan Air Susu Ibu (ASI) pada bayi tercukupi.
Laporan Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya