Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Main Musik/ Shutterstock
Dream – Selama pandemi dan di rumah saja, jangan lupa mengembangkan potensi anak yang berusia di bawah lima tahun (balita) dan prasekolah. Salah satu caranya melalui nutrisi dan stimulasi.
Untuk nutrisi, dianjurkan memberi anak lebih banyak protein makanan untuk membentuk stuktur otak. Mengapa harus memberikan banyak protein?
“ Nutrisi adalah makanan yang bergizi terutama untuk toddler adalah lauk protein itu harus lebih banyak, terutama berasal dari hewan misalnya telur, ayam, ikan, ditambah tempe atau tahu, untuk membentuk fungsi otak,” kata Prof. Dr. dr. Soedjatmiko Sp.A (K), M.Si, Konsultan Tumbuh Kembang Anak & Magister Psikologi Perkembangan, pada Konferensi Pers Gerakan 1 Juta Bunda Bangga.
Tidak cukup sampai di situ, anak juga harus diberikan stimulasi secara terus menerus. Stimulasi akan merangsang fungsi-fungsi otak dan organ tubuh lain serta melindungi bagian tersebut dari berbagai penyakit, terutama penyakit infeksi.
© Dream
Dokter Miko menjelaskan, stimulasi dilakukan dengan banyak memberikan contoh yang baik kepada anak. Sambil bermain dengan kasih sayang, memberikan pujian atau pun penghargaan.
" Hal yang harus diberikan contoh kepada toddler adalah dengan berbicara yang santun yang sopan dan jelas, menyampaikan pesan dengan jelas, gerak kasar misalnya duduk, berdiri, lari, main sepeda, nari, gerak halus dengan mencoret, menggambar, menulis, memory dengan mengingat nama-nama dan sebagainya,” kata dr. Miko.
Dengan contoh-contoh tersebut akan merangsang berbagai fungsi otak dan merangsang jutaan sel-sel otak sehingga akan mengembangkan pengetahuan, pengalaman serta keterampilan baru. Termasuk dalam mengembangkan kemampuan mengatasi masalah.
Dengan demikian tahapan tumbuh kembang anak di usia toodler dan prasekolah akan menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas, percaya diri, dan kreatif. Perkembangannya juga akan mencapai tingkat yang optimal.
© Dream
Tingkatan optimal tersebut dapat dilihat dari perilaku anak pada umur bulan tertentu. Menurut Dr. Miko anak akan dapat dengan lancar melakukan hal-hal pada usia berikut;
Usia 12 bulan
1. Anak mulai dapat berdiri sendiri
Belajar berdiri selama 30 detik atau berpengangan di kursi setelah berdiri anak akan mulai dapat berjalan tapi masih dituntun.
2. Menggenggam
Anak sudah dapat menjulurkan tangannya untuk menggenggam tangan orang lain atau menggenggam mainan kesukaannya.
3. Berbicara
Anak sudah mulai dapat mengulang menirukan bunyi yang didengarnya, menyebutkan 2 sampai 3 suku kata yang sama tanpa arti.
4. Ingin tahu
Anak akan mengeksplorasi sekitarnya, ingin menyentuh apa saja yang ada di dekatnya. Selain itu juga mulai mengenali anggota keluarga yang ada dalam lingkungannya serta bereaksi terhadap suara disekitar.
© Dream
1. Berdiri sendiri tanpa harus dipegang oleh orang lain
2. Sudah dapat merunduk untuk mengambil mainannya, kemudian berdiri kembali
3. Berkata atau mengucap dengan lebih jelas, misalnya ‘mama’, atau ‘papa’
4. Menumpuk dan memasukan kubus ke dalam suatu wadah
5. Menunjukan apa yang diinginkannya dengan menangis atau merengek, mengeluarkan suara yang menunjukan senang, memperlihatkan rasa cemburu dan menarik lengan ibu
© Dream
1. Lebih lancar dan lama berdiri sendiri tanpa perlu dipegang
2. Berjalan sudah semakin mantap
3. Menumpuk balok bisa lebih banyak dari sebelumnya
4. Memungut mainan hanya dengan dua jari, ibu jari dan jempol
5. Menggelindingkan bola ke tepat sasaran
6. Menyebutkan 3 sampai 4 kata yang memiliki arti
7. Memegang botol dot sendiri, belajar makan sendiri dan minum sendiri, serta mulai dapat membantu menirukan pekerjaan ibu
Laporan Josephine Widya
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya