JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Seorang Pengemudi Hendak Menyetel Musik. (Foto: Freepik)
Dream - Keluarga tak akan berdebat tentang musik yang akan diputar di mobil. Sebab, mereka akan menikmati lagu yang diputar dari ponselnya.
Dilansir dari Carscoops, Minggu 19 Agustus 2018, Hyundai belum lama ini merilis teknologi baru untuk mobil. Produsen otomotif asal Korea Selatan ini meluncurkan teknologi Separated Sound Zone (SSZ).
Jadi setiap penumpang bisa menikmati lagu-lagu mereka tanpa harus mengenakan headphone. Mereka juga masih bisa berkomunikasi dengan penumpang lain.
Teknologi ini bisa mengendalikan area akustik di mobil berkat speaker yang canggih. Pengeras suara ini bisa mengurangi atau meningkatkan volume suara atau gelombang suara.
Hyundai mengklaim teknologi ini bisa meredam bising sama seperti headphone. Bahkan, dia bisa meredam suara bising dari bunyi kendaraan.
Tak hanya itu, teknologi ini juga mengizinkan pengguna untuk melakukan telepon dengan hands free.
" Pelanggan di era navigasi mandiri ini menginginkan hiburan yang bisa dikustomisasi dengan kendaraan mereka, termasuk teknologi SSZ," kata peneliti NVH Hyundai Research Lab, Kang Duck Ih.
Produsen otomotif ini akan memperkenalkan teknologi ini dalam 1-2 tahun yang akan datang. Nantinya akan dikenalkan juga kendaraan yang akan disematkan fitur ini.
Dream – Asian Games 2018 tak lama lagi akan berlangsung. PT PLN (Persero) akan memfasilitasi Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) dalam penyelenggaraan Asian Games 2018, khususnya di Jakarta.
Salah satunya dengan menyediakan sepeda motor listrik untuk operasional Inasgoc. Sepeda motor listrik ini akan ditempatkan di masing-masing venue.
Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 9 Agustus 2018, General Manager PLN Distribusi Jakarta, M. Ikhsan Asaad, mengatakan sepeda motor listrik ini sebagai upaya PLN dalam mengurangi emisi gas karbon dioksida, seperti ketentuan yang harus dipenuhi penyelenggara.
“ Kami menyiapkan total ada 50 unit motor listrik. Nanti setiap venue kami stand by-kan lima unit untuk operasional Inasgoc,” kata Ikhsan di Jakarta.
![]()
Dia mengatakan sepeda motor yang disiapkan adalah Viar Q1. Sepeda motor ini merupakan motor listrik model skutik yang menggunakan baterai. Kuda besi ini bisa melaju hingga kecepatan 60 km per jam dengan jarak terjauh 60 km.
Baterai lithium ion ini bisa diisi ulang hingga penuh dalam waktu 5-7 jam. Menariknya, isi ulang baterai sepeda motor bisa dilakukan di rumah. Sebab, kapasitas listrik minimal untuk mengisi baterai ini hanya 220 VA.
“ Ini menjadi bagian dari upaya kami mendukung go green,” kata Ikhsan.
(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)
Dream - Seorang desainer senior dari perusahaan produsen mobil Italia — X Electric Vehicle — Guo Xiaozheng, mendesain mobil listrik dengan cara cukup unik. Guo membuat mobil listrik dengan teknik cetak 3D.
Dilansir dari South China Morning Post , purwarupa mobil listrik yang disebut LSEV dan akan mejeng di pameran otomotif China Auto 2018 di Beijing
“ China adalah pasar terbesar untuk mobil kami,” kata dia.
Mobil 3D buatan Guo ini memiliki dua tempat duduk dengan berat hanya 450 kilogram, separuh dari berat mobil konvensional. Bahannya mengunakan poliamida atau yang beken yang disebut nilon.
Untuk merealisasikan ide ini, XEV menggandeng pengembang materi baru yang berbasis di Shanghai, Polymaker, untuk membuat mobil lebih fleksibel dan lebih stabil.
![]()
Harganya jangan ditanya. Satu unit mobil listrik bernama LSEV ini dibanderol dengan harga 60 ribu yuan (Rp130,65 juta). Jika baterai lengkap, tunggangan ini bisa melaju 75 km per jam dan bisa menempuh jarak 150 km.
Perusahaan ini merupakan merk LSEV yang merupakan mobil listrik pertama di dunia yang dilengkapi dengan teknik 3D dan telah menerima 7 ribu pesanan mobil.
Dengan teknik ini, mereka mencetak semua komponen mobil, kecuali jendela, ban, dan contoh mobil.
Guo menjelaskan, Cina dipilih karena pemerintah akan memperkenalkan peraturan baru tentang mobil listikperseptan rendah pada semester dua tahun ini.
" Kami bisnis dan bisnis. Biaya bisa jadi jika produksinya meningkat sampai 2024, ”kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
