Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Menyantap Makanan Cepat Saji. (Source: Shutterstock)
Dream - Makanan cepat saji seringkali dihindari karena banyak yang menganggapnya sebagai hidangan yang kurang sehat bagi tubuh. Apalagi, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan rutin.
Meski begitu, masih banyak orang yang menyukai dan mengonsumsi makanan cepat saji karena sisi kepraktisan dan rasanya yang gurih. Makanan cepat saji juga lebih mudah ditemukan di berbagai tempat
Bahaya mengonsumsi makanan cepat saji berlebihan telah banyak diungkap para ahli seperti Nutritionist, Nidhi Nigam dalam salah satu unggahan Instagramnya.
Dilansir dari Food.ndtv.com, berikut beberapa efek samping konsumsi makanan cepat saji bagi kesehatan tubuh.
1. Menambah Berat Badan

Foto: Shutterstock
Makanan cepat saji memiliki kalori lebih tinggi dibandingkan hidangan tradisional. Pasalnya, bahan yang digunakan untuk makanan cepat saji telah melalui berbagai proses. Sehingga, mempengaruhi zat gizi dan membuat bahan makanannya tidak segar.
Akhirnya, berat badan pun bisa meningkat tanpa memperoleh zat gizi yang cukup ketika mengonsumsi makanan cepat saji. Selain itu, makanan cepat saji juga bisa meningkatkan nafsu makan dan membuatmu makan lebih banyak.

Foto: Shutterstock
Di samping kalori yang tinggi, makanan cepat saji juga mengandung lemak olahan, gula, garam, dan dihidangkan bersama saus, serta daging olahan.
Kandungan gula, lemak, dan garam yang tinggi serta makanan olahan tersebut bisa berpengaruh buruk pada tekanan darah. Jika tidak memperbaiki pola makan, kamu bisa berisiko terkena penyakit jantung.
Kurangnya zat gizi dan serat bisa menyebabkan gangguan pencernaan saat terlalu banyak atau sering mengonsumsi makanan olahan. Kamu perlu mengonsumsi makanan kaya serat untuk menjaga kesehatan usus dan meredakan peradangan pada pencernaan. Perhatikan juga zat gizi yang terkandung pada makanan untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya

Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa