Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Raksasa media sosial Facebook selalu identik dengan warna biru. Warna ini mendominasi hampir semua antar muka jejaring sosial terbesar di dunia itu.
Namun, kenapa yang dipilih warna biru, bukan warna yang lain?
Ternyata alasannya sangat sederhana. Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, ternyata buta warna merah dan hijau.
Jadi, Zuckerberg melihat warna biru adalah warna yang terbaik baginya.
"Saya bisa melihat semua warna biru," katanya dalam sebuah wawancara dengan The New Yorker.
Mungkin jawaban Zuckerberg tidak terlihat ilmiah. Namun menurut penelitian pemilihan warna memengaruhi emosi tertentu bagi orang yang melihatnya. Warna-warna, termasuk biru, bisa memengaruhi keputusan seseorang dalam membeli sebuah produk atau jasa.
Terlebih lagi, indera penglihatan adalah indera yang paling berkembang sangat kuat pada sebagian besar manusia. Ini adalah hal wajar mengingat 90 persen penilaian untuk mencoba suatu produk dibuat berdasarkan warna.
Begitu juga dengan warna biru. Warna ini memberikan kesan tenang, kredibel, dan bisa diandalkan. Selain Facebook, warna biru banyak dipakai oleh sejumlah perusahaan terkenal lainnya untuk logo mereka.
Perusahaan-perusahaan seperti Dell, AT&T, Twitter, IBM, HP, hingga Vimeo menggunakan warna biru dalam logo mereka.
Selain logo, internet juga menggunakan warna biru sebagai warna utama hyperlink di sebagian besar website. Namun pemilihan warna biru ini sama sekali berbeda dari alasan di atas.
Tim Berners-Lee, penemu utama web, diyakini menjadi orang yang pertama kali membuat hyperlink berwarna biru. Mosaic, nenek moyang peramban web, hanya bisa menampilkan halaman web dengan latar belakang abu-abu di teks hitam.
Itulah warna paling gelap yang tersedia pada saat itu dan masih bisa dibedakan dengan menggunakan teks warna biru. Oleh karena itu, untuk membedakan hyperlink dengan teks biasa dipilihlah warna biru, sehingga nyaman saat dibaca.
Semua ini menjadi sangat menarik bahwa hanya mengubah hal yang kecil seperti warna bisa menghasilkan sesuatu yang besar.
(Ism, Sumber: Huffingtonpost.com)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?