Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Makan Es Krim (Foto: Shutterstock)
Dream - Ketika mengkonsumsi es krim, kebanyakan dari orang tua akan merasa khawatir buah hatinya bisa terserang flu dan batuk. Anggapan ini banyak diyakini masyarakat bahkan sudah bertahan cukup lama di masyarakat kita.
Namun benarkah es krim bisa menyebabkan penyakit flu dan batuk tersebut?
Dokter Spesialis Anak, dr. Attila Dewanti, Sp.A (K) menjelaskan es krim yang terbuat dari susu pada dasarnya baik untuk dikonsumsi. Kandungan itu bisa memasok kebutuhan kalsium yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Menurut Atillah, pemicu penyakit batuk pilek pada anak bisa dipicu karena beberapa faktor. Bahkan saat anak tak pernah mengonsumsi es krim sekalipun.
Untuk kasus anak yang mengalami batuk setelah makan es krim, Atilla menduga hal ini terjadi karena kondisi imunitasnya sedang menurun.
Ketahanan tubuh anak yang rentan terhadap penyakit juga patut diperhatikan. Sebagai contoh, anak yang sedang menderita penyakit amandel tidak dianjurkan mengonsumsi es krim karena akan memicu pembengkakan.
"Sebenarnya jika anaknya dalam kondisi sehat tak masalah, namun jika anak memiliki alergi tertentu maka harus diperhatikan. Jadi es krim aman dikonsumsi ketika daya tahan tubuh anak bagus," terang dr. Attila dalam konferensi pers virtual baru-baru ini.
dr. Attila menyarakan orang tua untuk memperkenalkan es krim kepada sang anak ketika mereka berusia satu tahun. Dengan catatan buah kati kita tidak memiliki alergi atau penyakit tertentu.
"Sepanjang anaknya tak alergi tertentu, misalnya alergi susu, bisa mengonsumsi es krim," beber dr. Attila.
Tak hanya itu, jelang peringatan Hari Gizi dan Makanan 2021 pada 25 Januari mendatang, dr Attila meminta agar orang tua memperhatikan cemilan sehat bagi anak. Misalnya dalam mengonsumsi es krim, maka sebaiknya orang tua memilih yang dikemas dan telah dilengkapi info nutrisi.
Dream - Hari Es Krim Sedunia dirayakan setiap Minggu ke-tiga di bulan Juli, yang tahun ini jatuh pada tanggal 19 Juli. Perayaan ini dicanangkan oleh Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan pada 1984 silam.
Es krim telah menjadi camilan yang banyak digemari orang. Menurut data dari Datassential, es krim merupakan hidangan penutup terfavorit, menempati urutan pertama dari beragam jenis dessert.
Selain memberi kenikmatan, es krim secara ilmiah telah terbukti dapat membuat kita menjadi lebih bahagia. Sebuah penelitian di Inggris pada 2013 mengungkap pengaruh es krim terhadap perasaan manusia.
Setiap peserta penelitian diberi pilihan untuk memakan es krim dan diminta untuk menulis apa yang mereka syukuri tentang hidup mereka. Aktivitas ini dilakukan berulang kali baik secara individu maupun kelompok, dengan es krim maupun tanpa es krim.
Penelitian menunjukkan adanya korelasi antara es krim dan kebahagiaan. Orang-orang yang memakan es krim terlebih dahulu, lebih mudah untuk bersyukur dan menunjukkan rasa positif.
Studi lain menunjukkan bahwa es krim juga dapat memberikan pengaruh positif di beberapa bagian otak kita. Terutama bagian Orbitofrontal cortex (OFC) yang berfungsi dalam memproses emosi dan keputusan yang kita buat.
Saat makan es krim, terdapat respons emosional positif yang dihasilkan oleh OFC. Kebahagiaan tidak selalu dalam bentuk barang mahal. Hal simpel seperti es krim juga terbukti memberikan rasa bahagia.
Dalam rangka merayakan Hari Es Krim Sedunia, Wall’s membagikan 28,000 es krim gratis kepada anak-anak panti asuhan, tenaga medis, pengemudi ojek onlin dan para konsumen setia.
Terdapat berbagai macam varian es krim mulai dari Solero Fruit Mangga dan Semangka untuk si pecinta buah, Populaire Chocolate untuk pecinta cokelat, Paddle Pop untuk si kecil serta Wall's Neopolitana untuk berbagi dengan keluarga.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia