Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Monosodium Glutamat
Dream - Monosodium Glutamat (MSG) atau penyedap rasa seringkali dituding sebagai penyebab penyakit dan kerusakan otak. Padahal, ada juga sejumlah penelitian yang menyanggah hal tersebut. Sebelum mencap jelek MSG, ada baiknya kita mengenal lebih dulu apa itu MSG.
" MSG ditemukan oleh seorang professor di Jerman, menemukan isolasi asam amino dari protein gandum (gluten). Dia namakan glutamat yang artinya asam amino berasal dari gluten," ungkap Hardinsyah, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 23 Januari 2018.
Hasil penelitian itu kemudian dilanjutkan oleh Professor Ikeda. Dari glutamat, Ikeda menemukan rasa baru bernama umami, yang kemudian dipresentasikan di Kongres Internasional ke-8 Kimia Terapan di Chicago dan mengusulkan umami sebagai rasa dasar kelima setelah manis, asam, asin, pahit.
Glutamat, sebagai zat besi terbesar di MSG dengan kandungan 78 persen, memiliki beragam fungsi, seperti pembentuk protein di otot, liver, dan organ tubuh lainnya, pendonor gugus amino, pemroduksi glukosa, energi, dan sumber energi pada usus, aktivator neurotransmitter, penyampaian aktivasi pembentuk neuron, dan membentuk sel imun.
" Kalau MSG berbahaya karena mengandung glutamat. Glutamat itu sendiri sudah ada secara alami di apel, kerang, udang, tomat, jagung, susu, bahkan ASI. Paling banyak ada di rumput laut, terasi, kecap ikan cina, kecap kedele cina, makanya mereka ini gurih," lanjut Hardin.
Hardin menuturkan penelitian di Jepang menunjukkan, dengan menggunakan MSG, nafsu makan pada orang usia lanjut justru meningkat dan menunjang keberhasilan diet.
" Penelitian di Jepang, bubur nasi yang menjadi menu makanan di rumah sakit, ditambah 0,5 persen MSG dan dikonsumsi oleh seorang lansia selama 20 hari, tidak menyebabkan berat badan naik, justru meningkatkan limposit (imun membaik). Umami (MSG) sendiri mempercepat proses pencernaan makanan berprotein sehingga bagus untuk orang diet," ungkap Hardin.
MSG, menurut Hardin, diciptakan dari bahan-bahan alami. Di Amerika dibuat dari jagung. Sedangkan, di Indonesia dibuat dari tetesan tebu yang di fermentasi, sehingga kemanannya saat dikonsumsi tidak perlu diragukan.
(Sah)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane