Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Keluarga
Dream - Meski tinggal dalam satu rumah selama bertahun-tahun tak menjamin orangtua bisa memiliki kedekatan emosi dengan buah hati. Banyak faktor yang jadi penyebab ada jarak antara orangtua dan anak.
Untuk mencegah hal tersebut, sebagai orangtua tentunya Anda harus 'bergerak' lebih dulu. Jangan sampai komunikasi dan hubungan dengan anak tak berjalan baik.
Cari tahu apa yang diminati anak
Ini hal paling penting yang bisa Anda lakukan. Mungkin sedikit sulit ketika anak menyukai anime dan Anda lebih suka serial drama. Solusinya adalah selalu tanyakan tentang hal yang disukai
tersebut karena itu akan membuatnya berpikir kalau Anda juga tertarik.
Jangan sama-sama marah
Marah adalah perasaan yang normal dan anak harus bisa mengekspresikan perasaannya. Jika Anda tidak membiarkannya marah, anak tidak akan tahu bagaimana mengekspresikannya.
Biarkan anak Anda meluapkan perasaannya karena jika tidak bisa memicu sakit kepala atau masalah fisik lainnya.
Ingat, tiap anak berbeda
Setiap anak pada dasarnya berbeda, begitu pula dengan cara mereka mengekspresikan dirinya. Hal ini mereka pelajari dari lingkungannya. Jadi, cara menghadapi anak pertama, kedua atau
yang terakhir akan sangat berbeda. Pelajari kebiasaan, kesukaan dan ketidaksukaannya.
Jangan terlalu menuruti
Banyak anak jadi sulit diatur dan sering berkonflik dengan orangtua ketika menjelang dewasa. Hal ini wajar, tapi jangan sampai Anda selalu menurutinya hanya demi menghindari konflik.
Anak tetap butuh batasan dan kontrol dari orangtua. Katakan padanya hal tersebut Anda lakukan karena sayang padanya.
Panutan
Dalam pengembangan emosi anak pastinya butuh panuta. Orang yang paling mudah dijadikan panutan adalah orangtua. Jadi berusahalah untuk membangun komunikasi yang baik dengan
anak agar ia juga bisa berkomunikasi secara terbuka dengan Anda.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Todays Mama
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
