Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
BonChon Indonesia
Dream - Sajian dari olahan daging ayam, memang selalu menggoda selera. Begitu pula dengan Negeri Ginseng, Korea yang juga memiliki varian menu masakan ayam nan lezat menggugah selera.
Salah satu kuliner Korea yang dapat diterima lidah orang-orang di banyak negara yaitu jenis makanan fussion Korean. Menu ini berupa olahan ayam goreng yang diracik dengan rempah-rempah Korea yang dijamin memiliki kualitas kesehatan yang baik. Seperti yang ditawarkan restoran ayam goreng asal Korea, BonChon.
" Kami ingin membuat kampanye dan mengubah paradigma kalau makan ayam tidak usah takut gendut. Ayam kami ini aman dan sehat," ungkap Michelle E. Surjaputra, pendiri dan pemilik BonChon Indonesia.
Michelle menjamin pengolahan ayam di restorannya telah melalui proses yang sehat. Mereka mengaku punya teknik yang dapat mengurangi lemak jenuh hingga nol persen. Hasilnya, dalam satu potong ayam, hanya mengandung 100-200 gram kalori.
" Berhubungan dengan kesehatan, ayam kami berbeda dengan ayam-ayam goreng asal Western. Kalau biasanya kan tepungnya tebal dengan dagingnya besar. Tepung kita tipis tapi tetap terjamin renyah, gurih tanpa memakai bahan pengawet," tegas Michelle.
Ditambahkan Marketing Manager Bonchon Rossi Chesarah, sajian mereka selalu menggunakan ayam segar, bukan ayam beku. Tujuannya, agar cita rasa ayam yang lezat tetap terjaga.
Hanya bahan baku pembuat saos yang didatangkan langsung dari Korea. Hal ini dikarenakan beberapa bahan memang tidak tersedia di Indonesia, seperti ginseng.
Lebih jauh Rossi mengungkapkan ayam goreng yang disajikan dengan sedikit rasa manis merupakan bentuk signature menu dari restoranya. Rasa manis ini bukan berasal dari gula dan madu. Melainkan dari ekstrak buah-buahan yang tumbuh di negara asalnya.
" Seluruh menu kita no MSG, semua bumbu penyedap dari sari buah-buahan. Salah satu pendiri BonChon di Korea itu alergi sama MSG jadi tesnya ada di orang tersebut," ungkap Rossi.
Empat tahun berselang, kini BonChon menjadi bisnis waralaba yang telah merambah 20 cabang di seluruh Indonesia. Hingga kini mereka terus berinovasi dalam menyajikan menu-menu baru yang dapat diterima lidah orang Indonesia.
" Bersamaan dengan anniversary keempat, kami memperkenalkan menu baru yang bernama O'Hana. Terbagi dalam tiga varian menu yaitu Chicken and Fries dengan Dipping Sauce. Lalu ada ramen burger dan sop bulgogi," terang Rossi.
Sedangkan untuk saus dapat memilih lima jenis yang terdiri dari Honey Mustard, Sesame Mayo, Spicy Mayo, Chilu Chiken dan Soy Blackpepper.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang