Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang siswa Shanghai yang tengah sakit keras akhirnya bisa diterima di universitas impiannya. Namun sayang, tiga jam setelah pengumuman tersebut, siswa itu meninggal dunia pada Minggu, 19 Juli.
Lu Qu-cheng, yang tinggal di kota Yongyang Town, Nantong, mengalami rasa sakit di perutnya sebelum dan saat menjalani gaokao, sebutan ujian masuk perguruan tinggi di Tiongkok.
Setelah ujian, ia didiagnosis mengidp kanker Non Hodgkin lymphoma (NHL) ketika menjalani operasi bedah usus buntu, dan dikirim ke Rumah Sakit Changhai di Shanghai pada 6 Juli.
" Meskipun sakit, Lu sangat berharap pada hasil ujian. Dengan skor 356, dia merasa optimis bisa meraih mimpi masuk universitas favorit Nanjing University of Technology," kata Zhang Jian, kepala humas Nanjing University.
Setelah tahu tentang penyakitnya, pihak universitas segera mengulurkan tangan bekerja sama dengan Palang Merah untuk penggalangan dana.
Pada 18 Juli, Lu diterima di jurusan transportasi. Hanya satu hari kemudian, Zhang, bersama dengan wakil sekretaris fakultas Chen Juan dan profesor Gao Jie, naik kereta pagi ke Shanghai, membawa berita baik dan dana sumbangan 5.000 yuan untuk Lu.
Setelah tiba di rumah sakit pukul 10.20, profesor Gao menyerahkan bantuan dan surat pengumuman kepada ayah Lu. Saat itu kondisi Lu sudah kritis, dia mengalami demam tinggi.
" Lu kemudian bertanya pada ayahnya apa itu, dan menjadi begitu emosional ketika mengetahui diterima di Nanjing University. Dia terus memegang surat pengumuman diterima di universitas tersebut," kata Chen, menambahkan bahwa Lu telah begitu khawatir penyakitnya akan merenggut kesempatan dia masuk perguruan tinggi.
Tragisnya, pada jam 01:20 atau hanya tiga jam setelah menerima surat pengumuman tersebut, Lu meninggal dunia.
(Sumber: shanghaiist.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya