Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Boredpanda.com
Dream - Masyarakat di berbagai dunia, khususnya yang terkonfirmasi terpapar virus corona, dihimbau untuk melakukan langkah antisipasi guna mencegah penularan virus. Salah satunya adalah selalu menggunakan masker.
Virus yang pertama kali mewabah di Wuhan, provinsi Hubei, China itu memang diketahui bisa menyebar lewat udara. Di China, Wuhan bahkan telah diisolasi sehingga penduduknya tak bisa masuk ataupun keluar.
Suasana mencekam memang dirasakan banyak negara khususnya saat harus bepergiaan ke luar negeri. Bandara adalah tempat dimana seseorang bisa bertemu dengan orang dari berbagai negara. Tak heran banyak orang berusaha mencegah terpapar virus ini.
Seperti dlakukan perempuan di bandara Vancouver, Kanada. Tak hanya masker, dia menggunakan botol kemasan untuk melindungi diri, ternyata banyak orang-orang yang memiliki cara kreatif agar terhindar dari virus Corona.
Berikut dream.co.id rangkum dari boredpanda.com cara kreatif orang melindungi diri dari virus Corona:
1. Waduh bisa dimodifikasi jadi seperti itu

2. Dijamin aman terlindungi

3. Lebih baik mencegah dari pada mengobati

4. Tampaknya bisa menjadi solusi kreatif

5. Demi keamana semua

6. Hadiah pemenang bukan lagi uang, melainkan masker

7. Ada yang tahu itu dibuat dari apa?

8. Seperti memakai jas hujan

9. Plastik penyelamat

10. Pake helm tampaknya lebih aman

Dream - Tak ada kata istirahat untuk petugas medis, dokter dan perawat, di China saat penyebaran virus corona begitu cepat. Hingga hari ini tercatat sudah lebih dari 170 orang meninggal dunia karena virus korona yang bermutasi menjadi 2019-NCoV.
Para tenaga medis ini terus bekerja keras untuk memastikan pasien yang terinfeksi menerima perawatan yang mereka butuhkan.
Bekerja penuh dedikasi, superhero di dunia nyata ini tidak pernah menyerah pada tugas mereka. Bahkan jika itu perlu mempertaruhkan hidup mereka lebih dari sekali.
Begitulah yang diperlihatkan seorang perawat yang kembali bekerja di sebuah rumah sakit di kota Wuhan. Dia dikabarkan telah pulih dari infeksi virus corona.
Perawat bernama Guo Qin langsung kembali bekerja untuk merawat pasien yang terinfeksi di sebuah rumah sakit di Wuhan pada Selasa, 28 Januari 2020. Tindakan itu dilakukannya setelah pulih secara menakjubkan dari virus corona
Perawat berusia 38 tahun itu dinyatakan positif terjangkit virus corona pada awal Januari ketika bertugas merawat pasien di Rumah Sakit Zhongnan.
Qin terpaksa berhenti bertugas dan harus dikarantina. Dia menjalani perawatan untuk menyembuhkan kondisinya selama 20 hari.
Namun, begitu dinyatakan sudah sembuh dan diperbolehkan keluar dari karantina, Qin tidak memilih pulang dan tinggal di rumah.
Panggilan profesi membuat Qin langsung kembali bekerja di rumah sakit untuk merawat pasien lain yang terinfeksi virus corona.
Menurut seorang rekannya, Qin hampir tidak pernah istirahat merawat pasien satu per satu sejak keluar dari karantina.
3 dari 4 halaman
Alasan Qin untuk kembali bertugas begitu sembuh dari terjangkit virus corona karena terinspirasi kepala perawatnya yang bekerja selama 48 jam tanpa berhenti.
" Saya diberitahu bahwa kepala perawat bekerja selama 48 jam tanpa berhenti dalam satu shift, dan dia selalu bekerja lembur. Saya sangat khawatir ketika mendengar hal ini, sehingga saya ingin menjadi lebih baik dengan kembali bekerja dan membantu secepat mungkin," kata Qin.
Dengan Qin kembali bertugas, rumah sakit sekarang memiliki 80 praktisi medis yang siap bekerja.
Meskipun tenaga medis sudah mencukupi, tidak ada dari mereka yang bahkan ingin mengambil cuci di saat yang genting ini.
" Semua orang, bahkan kepala perawat, menyuruh saya untuk beristirahat. Tapi kita semua berdedikasi untuk tugas ini, terutama sekarang ketika staf medis sangat dibutuhkan," katanya.
Sampai sekarang, 132 orang telah meninggal akibat wabah virus corona, dengan lebih dari 6.000 kasus yang dilaporkan hingga saat ini.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya