Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sudah 1.369 Orang Dilaporkan Meninggal Akibat Virus Corona

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 13 Februari 2020 12:36
Sudah 1.369 Orang Dilaporkan Meninggal Akibat Virus Corona
Ribuan orang sudah disembuhkan.

Dream - Johns Hopkins University-The Center System for Science of Engineering (JHU-CSSE) terus memantau sebaran virus corona atau Covid-19. Data terbaru 13 Februari 2020 pukul 10.23 pagi, tercatat korban jiwa akibat infeksi virus itu mencapai 1.369.

Korban meninggal dunia paling banyak berasal dari Provinsi Hubei. Di pusat wabah Covid-19 itu, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.310 pasien. Di Filipina, terdapat satu kasus pasien Covid-19.

Virus Covid-19 dinyatakan telah mengi  nfeksi 60.329 orang di sekujur dunia, 59.805 di antaranya berasal dari China.

Data sebaran virus Corona

Data sebaran virus Corona

Lima negara teratas, selain China, dengan kasus terbanyak, yaitu Singapura dengan 50 orang, Hong Kong 50 orang, Thailand 33 orang, Korea Selatan 28 orang, dan Jepang 28 orang.

Selain data sebaran kematian dan orang yang terinfeksi, JHU-CSSE, juga mencatat adanya 5.995 orang yang sudah pulih dari virus Covid-19. Sebanyak, 3.441 orang di Provinsi Hubei dinyatakan sembuh dari infeksi virus mematikan itu.

1 dari 7 halaman

500 Staf Rumah Sakit di Wuhan Terinfeksi Virus Corona

Dream - Sebanyak 500 staf rumah sakit di Wuhan, Hubei, China, terinfeksi virus corona. Kondisi ini membuat rumah sakit mengalami kekurangan staf.

Menurut South China Morning Post (SCMP) pemerintah Chinta telah melaporkan kasus-kasus petugas kesehatan yang terinfeksi virus Corona. Sumber dari rumah sakit menyatakan, kabar ini tidak disebarkan secara menyeluruh untuk menjaga moral petugas kesehatan.

Saat ini, pemerintah China terus meningkatkan moral staf medis di garis depan setelah kematian Li Wenliang.

Li meninggal usai mengidap virus corona. Dia sempat diamankan polisi karena dianggap menyebar kebohongan mengenai virus baru yang belakangan diberi nama Covid-2019 itu.

2 dari 7 halaman

Jumlahnya Dibenarkan Masyarakat

Sebuah tayangan yang beredar online mengungkapkan skala infeksi di antara petugas medis di Wuhan.

Pada pertengahan Januari, ada sekitar 500 kasus yang dikonfirmasi di antara staf rumah sakit, sementara 600 lainnya diduga terinfeksi. Sebuah sumber dari sebuah rumah sakit besar di Wuhan mengkonfirmasi bahwa slide itu asli.

Angka-angka yang ditunjukkan pada tayangan itu sejalan dengan angka yang diberikan dua dokter lain dari rumah sakit besar di Wuhan.

Mereka yang terinfeksi termasuk setidaknya 100 staf dari Rumah Sakit Wuhan Xiehe dan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, dengan masing-masing 50 kasus lagi dari Rumah Sakit Nomor 1 Wuhan dan Rumah Sakit Zhongnan.

3 dari 7 halaman

Baru Disahkan, Ini Nama Resmi Virus Corona yang Mewabah di Wuhan

Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama resmi virus corona Wuhan. Sebelumnya virus corona hanya disebut dengan kode 2019-nCoV.

Namun WHO kini resmi memberikan nama COVID-19 untuk menyebut virus yang kini tengah mewabah di Wuhan, China, tersebut. Keputusan nama itu diambil setelah pertemuan ratusan ahli kesehatan di Jenewa, Swiss.

" Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu COVID-19," kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Science Alert.

Tedros mengatakan bahwa " co" adalah singkatan dari " corona" , " vi" untuk " virus" dan " d" untuk " penyakit" , sementara " 19" adalah untuk tahun sebaran wabah.

Menurut Tedros, nama itu telah dipilih untuk menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan atau sekelompok orang, sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan yang bertujuan mencegah stigmatisasi.

WHO sebelumnya memberi virus nama sementara " penyakit pernafasan akut 2019-nCoV" dan Komisi Kesehatan Nasional China minggu ini mengatakan sementara waktu menyebutnya " novel coronavirus pneumonia" atau NCP.

4 dari 7 halaman

Oles Alkohol ke Seluruh Tubuh Biar Mempan Virus Corona, Pekerja Malah Terbakar

Dream - Sikap paranoid terhadap virus corona telah tertanam cukup dalam di pikiran sebagian orang di dunia terutama China. Setiap tindakan apapun yang bisa memicu penyebaran virus 2019-nCoV akan memancing kemarahan serta kecemasan. 

Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat akan melakukan apapun. Beberapa diantaranya bahkan bertindak berlebihan seperti menyeka diri mereka dengan alkohol untuk mensterilkan diri dari virus.

Namun aksi yang dilakukan seorang pria dari China untuk melindungi dirinya dari tertular virus corona boleh dibilang sudah kebablasan.

Menurut Sin Chew Daily, seorang pria berusia 37 tahun menderita luka bakar tingkat tiga di wajah, leher, dan tangannya. Dia terbakar saat bekerja di sebuah pabrik benang di Hangzhou.

5 dari 7 halaman

Menyeka Tubuh dengan Alkohol

Aktivitas pabrik sebetulnya sudah berhenti menyusul terjadinya wabah virus corona. Tapi pria bernama Xiao Zhang itu tetap masuk karena dia harus merawat mesin pabrik.

Pada tanggal 8 Februari 2020, Zhang masuk kerja. Seperti sebelumnya, dia menyeka kepala, wajah, leher, kaki dan tangannya dengan alkohol sebelum berangkat ke pabrik untuk menghindari tertular virus corona.

Namun, saat bekerja di dekat kompor pemanas, api menyambar bajunya sehingga dengan cepat membakar tubuh Zhang yang berlumuran alkohol. Rupanya dia tidak sadar bahwa alkohol termasuk cairan yang mudah terbakar.

6 dari 7 halaman

Menderita Luka Bakar Tingkat Dua dan Tiga

Zhang segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter menyatakan 15 persen tubuh Zhang mengalami luka bakar tingkat dua hingga tiga.

Bagian tubuh yang terbakar paling parah adalah lehernya. Tidak itu saja, saluran pernapasan Zhang juga ikut terbakar.

Dokter segera melakukan trakeotomi dan intubasi pada Zhang, di mana sayatan dibuat di leher untuk membuka jalan napas langsung ke bagian trakea.

" Jika tidak membuat sayatan, pasien akan muntah-muntah dalam waktu 24 jam, dan mungkin berisiko lainnya," kata dokter.

7 dari 7 halaman

Alkohol Untuk Mensterilkan Diri dari Virus

Sekarang, Zhang akan mengalami kesulitan menggunakan tangannya karena luka bakar yang sangat serius.

Dia mungkin juga memerlukan rehabilitasi setelah operasi dan menjalani cangkok kulit untuk memulihkan kondisinya.

Dokter menyarankan alkohol dalam jumlah kecil sudah cukup untuk mensterilkan diri dari virus. Jika memerlukan dalam jumlah besar, disarankan untuk menghindari nyala api terbuka atau sakelar daya sampai alkohol benar-benar telah menguap.

(sah, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar