Wanita Asal Hubei Melarikan Diri dari Karantina

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 13 Februari 2020 08:00
Wanita Asal Hubei Melarikan Diri dari Karantina
Para pengendara mobil akan dikarantina selama 14 hari.

Dream - Seorang perempuan ditemukan bersembunyi di bagasi mobil ketika memasuki Shanghai, China, melalui G60 Ezpressway di Distrik Songjiang, Selasa 11 Februari 2020.

Menurut laman Shine.cn, polisi menyebut perempuan itu berasal dari Provinsi Hubei, pusat epidemi virus Corona. Polisi menemukan perempuan tersebut pada pukul 08.00 waktu setempat.

Menurut polisi, perempuan itu bekerja di Shanghai. Dia pergi ke Hubei pada 22 Januari 2020 untuk liburan Tahun Baru Imlek.

Dia kembali ke Shanghai dengan mobil temannya, dari kota yang bukan kampung halamannya, dan bersembunyi di bagasi untuk menghindari tertangkap dan dikarantina.

Orang-orang yang ditemukan di pos pemeriksaan berasal dari daerah epidemi utama diharuskan menjalani karantina selama 14 hari.

Polisi mengatakan, baik wanita maupun pengemudi mobil tersebut, yang merupakan seorang pria, memiliki suhu normal.

Keduanya telah dibawa ke tempat karantina, setelah melanggar peraturan kota yang menangani epidemi virus korona.

1 dari 5 halaman

Pasien Virus Corona Dimasukkan ke Kotak Besi Sebelum Diangkut ke Pusat Karantina

Dream - Virus corona Covid-19 ditularkan melalui air liur pasien ke orang lain. Oleh karena itu, pasien harus dikarantina agar tidak terjadi kontak dengan orang yang sehat.

Orang yang sehat biasanya dilarang mendekat. Mereka hanya diperbolehkan berada dalam jarak dua meter dari pasien untuk mencegah penularan.

Namun, sebuah video yang baru-baru ini viral memperlihatkan sepasang suami istri yang diyakini sebagai pasien virus korona dibawa ke pusat karantina dengan cara yang tidak manusiawi.

Pasangan itu dimasukkan ke dalam sebuah kotak besi berukuran kecil di atas truk pickup.

Tak ada konfirmasi apakah video itu benar-benar merupakan pasien terinfeksi virus Corona di China. Tapi yang jelas, video yang diposting kanal YouTube Epoch News itu dilengkapi dengan keterangan yang makin membuat netizen murka.

" Epidemi pneumonia Wuhan - pasangan muda saling berpelukan dan menangis. Mereka ditempatkan di brankas kecil di atas van (truk)," tulis Epoch News.

Di akhir video, terdengar suara seorang wanita yang menangis saat truk itu pergi.

2 dari 5 halaman

Tak Pernah Dianggap Sebagai Manusia

Sementara di bagian komentar, netizen melupakan kritik dan kemarahan mereka.

Netizen bernama PweTaA menyebut pasangan itu diperlakukan seperti seekor binatang.

" Mereka tak pernah anggap rakyat China sebagai manusia," tulisnya.

Sementara netizen Sunny Chiu mengatakan dia tak akan mengizinkan anaknya melihat perlakuan yang tak manusiawi tersebut.

" Kalau saya, saya tak berani biarkan anak melihatnya. Mereka sakit, tapi ini bukan layanan yang sepantasnya mereka dapatkan," tulis Sunny Chiu.

3 dari 5 halaman

Lihat Videonya

Pasangan diduga terjangkit virus corona Covid-19 dibawa ke pusat karantina dengan cara yang tidak manusiawi. Mereka dimasukkan ke dalam kotak besi berukuran kecil yang dinaikkan di atas truk pickup.

4 dari 5 halaman

Ilmuwan Mulai Uji Vaksin Virus Corona ke Tikus

Dream - Tim peneliti Imperial College London, Inggris, mulai pengujian vaksin untuk wabah virus corona terhadap kepada tikus.

" Saat ini kami baru saja memasukkan vaksin yang kami hasilkan dari bakteri ini ke tikus," kata peneliti Paul McKay, dikutip dari Science Alert, Rabu 12 Februari 2020.

" Kami berharap bahwa selama beberapa pekan ke depan agar dapat menentukan respons yang dapat kita lihat pada tikus-tikus itu, dalam darah mereka, respons antibodi mereka terhadap virus corona," tambah dia.

Saat ini, para ilmuwan di seluruh dunia berlomba mengembangkan cara membasmi jaringan baru virus corona. Imperial College London tidak dapat memastikan seberapa maju penelitian tim lain saat ini.

Meski demikian, regulator memastikan bahwa vaksin yang dikerjakan Imperial College London cukup aman dan efektif untuk diproduksi secara massal. Imperial College London berharap bahwa penelitian tentang virus corona dan SARS hampir dua dekade lalu dapat mempercepat.

" Kami berharap menjadi yang pertama untuk memasukkan vaksin khusus ini ke dalam uji klinis manusia, dan itu mungkin adalah tujuan pribadi kami," kata dia.

5 dari 5 halaman

Menguji Khasiat

" Setelah fase satu percobaan selesai - yang bisa memakan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan itu dapat segera mulai mencoba khasiatnya pada orang, yang juga akan memakan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan," ucap dia.

" Jadi, mungkin pada akhir tahun ini akan ada vaksin teruji yang layak untuk digunakan pada manusia," ujar dia.

Sementara itu, kantor berita pemerintah China, Xinhua, mengutip sebuah laporan berita lokal yang mengatakan universitas Shanghai juga menyuntikkan vaksin uji ke tikus pada Minggu, 9 Februari 2020.

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, media di China belum dapat mengumumkan tes vaksin tersebut.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna