Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, A Umar, berupaya meningkatkan penguasaan bahasa asing siswa madrasah. Salah satu upaya Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng British Council.
" Rencana besar ini kami eksekusi, salah satunya bekerja sama dengan British Council untuk program prioritas bahasa Inggris," kata Umar, diakses dari laman Kemenag, Kamis 16 Januari 2020.
Umar mengatakan, kerja sama dengan British Council melahirkan kesepakatan untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Inggris di madrasah. Salah satu caranya menggelar riset pemetaan kondisi pembelajaran bahasa Inggris yang selama ini berjalan.
Pemetaan diperlukan agar kebijakan yang diambil selaras dengan pokok persoalannya. “ Ini akan jadi landasan Kemenag untuk menata kurikulum misalnya atau bisa juga meningkatkan mutu gurunya, atau sebagainya,” kata Umar.

Pertemuan British Council dengan Ditjen Kemenag (Foto: Kemenag)
Selain pemetaan, British Council juga siap memfasilitasi program “ Theater Competition” atau kompetisi drama berbasis Bahasa Inggris. Program ini sudah diterapkan di beberapa negara dan berhasil.
“ Dari situ diyakini akan banyak skill yang banyak digali, ada speaking, writing saat menulis naskah, reading. Poinnya adalah exciting, lomba tapi anak-anak senang,” kata dia.
Terakhir, British Council berupaya memfasilitasi kemampuan online untuk guru dan siswa.
“ Kualitas dan metodologi yang guru ajarkan akan kami fokuskan dengan training dan teknologi. Sehingga bisa menggunakan teknik yang benar. Speaking, reading, writing and how to improve, digital teknologi sangat penting,” kata Colm Downes, Director Education, English & Society British Council.
Tim Ditjen Pendis dan Biritsh Council menyepakati metode pembelajaran yang akan diterapkan, yakni, kombinasi antara pendekatan lokal dan tradisional, termasuk juga pendekatan digital atau teknologi.
Untuk itu, Umar ingin diterbitkan modul pembelajan bahasa Inggris khusus untuk siswa madrasah. Di modul itulah akan dimasukkan konten lokal, konten-konten berbasis Islam, nasional, nilai-nilai moderasi beragama, dan nilai-nilai toleransi.
Umar berharap agar kerja sama ini menjadi solusi penguatan kompetensi bahasa Inggris sebagai bekal siswa madrasah dalam bersaing di kancah global.
Tidak hanya bahasa Inggris, Kemenag juga berupaya memperkuat kemampuan bahasa asing lain, misalnya bahasa Arab, Mandarin, dan lainnya. Selain mahir dalam komunikasi, kemampuan berbahasa asing itu juga diharapkan menjadi bekal lulusan madrasah saat akan kuliah di luar negeri.
Dream - Kementerian Agama (Kemenag) berencana mempersiapkan program bagi lulusan madrasah agar berdaya saing tinggi. Direktur Kurikulum Saranan Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A. Umar menyebut agar berdaya saing, siswa madrasah diwajibkan untuk menguasai minimal tiga bahasa asing.
“ Untuk meningkatkan daya saing, Pak Menteri mintanya satu, anak madrasah harus menguasai satu di antara tiga bahasa asing,” kata Umar, di kantornya, di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.
Tiga bahasa asing yang harus dikuasai siswa yaitu, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin.
Umar mengatakan, setiap sekolah tidak harus mewajibkan anak didiknya memilih bahasa Mandarin. Siswa bisa menggantinya dengan bahasa asing lainnya, seperti bahasa Perancis, Italia, dan Jerman.
“ Tidak harus bahasa Mandarin,” ucap dia.
Pemilihan bahasa yang harus dikuasai yaitu yang lebih sering digunakan dan menyesuaikan.
Umar juga menerangkan, tiga bahasa ini akan berguna untuk nantinya saat melamar pekerjaan dan akan lebih mempunyai kompetensi penilaian yang lebih bagus.
Ke depan, Kemenag juga akan meningkatkan daya saing siswa madrasah dengan memberikan eduksi untuk menguasai IT serta tambahan Pendidikan Vokasi.
(Sah, Laporan: Diah Tamayanti)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya