Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Di Istana (Setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo bersyukur wabah virus corona sampai saat ini tidak terdeteksi di Indonesia. Sebanyak 62 suspect dinyatakan negatif virus corona oleh Kementerian Kesehatan.
" Kemarin ada 62 yang suspect, tapi setelah dicek semuanya pada posisi negatif, ini patut kita syukuri," ujar Jokowi saat memimpin Sidang Paripurna Kabinet di Istana Bogor, dikutip dari Liputan6.com.
Jokowi meminta seluruh jajarannya memberikan informasi mengenai perkembangan penanganan wabah corona di Indonesia kapan pun. Dia ingin dunia mengetahui jika Indonesia benar-benar serius menangani dampak virus mematikan tersebut.
" Saya minta agar penyampaian ke media pagi, siang, malam terus dilakukan sehingga informasi betul-betul konkret, ada fakta-faktanya, sehingga persepsi yang ada di luar kepada Pemerintah Indonesia betul-betul sangat serius dalam menangani ini," kata Jokowi.
Selanjutnya, Jokowi menyampaikan terima kasih kepada kementerian terkait yang telah bekerja keras menangani virus corona. Dia yakin kerja keras tersebut dapat mencegah masuknya virus corona ke Indonesia.
" Saya kira ini menunjukkan kewaspadaan kita, kehati-hatian kita, ekstra kerja keras kita. Sehingga virus itu tak masuk ke Indonesia," kata Jokowi.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)
Dream - Penelitian terbaru mengungkap temuan masa inkubasi virus corona ternyata lebih panjang. Virus yang telah merenggut nyawa 1000 orang di seluruh dunia ini ternyata memiliki masa tunas selama 24 hari dari sebelumnya 14 hari.
Temuan mengejutkan itu didapat dari data lebih dari 1.000 pasien terjangkit virus corona.
Selain itu, kurang dari setengah jumlah pasien mengalami demam setelah pertama kali bertemu dokter.
Penelitian tersebut dijalankan sedikitnya oleh 36 peneliti dari rumah sakit dan kampus kedokteran di seluruh China, di bawah koordinasi pakar epidemologi, dr Zhong Nanshan. Zhong yang merupakan penemu virus corona untuk untuk wabah SARS pada 2003 menyatakan masih banyak hal yang belum diketahui dari virus mematikan bernama 2019-nCoV itu.
Dikutip dari Straits Times, para peneliti juga menyimpulkan metode identifikasi awal mungkin mengandung kecacatan. Akibatnya sebagian besar orang terinfeksi tidak ditemukan.
Penelitian itu juga menyebutkan demam awalnya terjadi pada sekitar 43,8 persen pasien. Tetapi, jumlah tersebut meningkat menjadi 87,9 persen setelah pasien dirawat di rumah sakit.
Sementara, frekuensi pasien tidak mengalami demam di kasus 2019-nCoV berjumlah lebih sedikit dibandingkan infeksi SARS dan MERS. Kemungkinan banyak pasien terlewatkan jika kasus pengawasan hanya difokuskan pada deteksi demam.
Sebelumnya, sebelum pasien menjalani tes asam nukleat (NATs) untuk mengkonfirmasi infeksi, CT scan harus menunjukkan tanda-tanda infeksi virus. Umumnya tampak dari pantulan pada ground-glass opacity atau bilateral parchy shadowing di bagian dada.
Tetapi di antara 840 pasien responden yang menjalani pemeriksaan CT scan, hanya setengah yang menunjukkan tanda ground-glass opacity dan 46 persen menunjukkan bilateral parchy shadowing.
Artinya, mengandalkan CT scan saja dapat membuat kegagalan dalam proses identifikasi proporsi yang signifikan dari pasien yang terinfeksi.
Dream - Kementerian Kesehatan memastikan 62 dari 64 pasien diduga terpapar virus corona menunjukan hasil negatif atau bebas dari penyakit tersebut. Sementara dua orang lainnya masih haru menunggu hasil penelitian dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenkes.
Data tersebut dikeluarkan Kemenkes dari hasil penelitian termukathir per 10 Februari 2020 pukul 18.00 WIB.
Sesditjen P2P Kemkes, dr Achmad Yurianto, mengatakan kementerian telah berkoordinasi dengan tiga institusi dalam menjalankan pengujian ini. Menurut dia, sampel yang digunakan bukanlah darah.
" Perlu dipahami memeriksa virus tidak sama dengan memeriksa golongan darah karena spesimen yang akan kita periksa adalah mukosa atau lendir saluran napas, bukan darah dan bukan urine," ujar Yurianto, dikutip dari Liputan6.com.
Yurianto mengatakan pemeriksaan yang seusai dengan standar WHO membutuhkan fasilitas laboratorium bersertifikasi biosafety (BSL) level 2 dan 3. Sejauh ini, terdapat tiga laboratorium di Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi tersebut yaitu di Pusat Penyakit Tropis Universitas Airlangga Surabaya, Balitbangkes, serta Lembaga Eijkman Jakarta.
" Hanya di tempat inilah pemeriksaan dapat dilakukan," kata dia.
Selanjutnya, Yurianto mengatakan sampel yang digunakan berasal dari 28 rumah sakit di 16 provinsi di Indonesia. Rinciannya, DKI Jakarta 14, Bali 11, Jawa Tengah 7, Jawa Barat 6, Jawa Timur 6, Banten 4, Sulawesi Utara 4, Yogyakarta 3, Kalimantan Timur 2, Jambi 1, Papua Barat 1, NTB 1, Kepri 1, Bengkulu 1, Kalimantan barat 1, dan Sulawesi Utara 1.
Sampel-sampel tersebut diuji menggunakan mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi langsung virus corona. Mesin ini resmi digunakan di Indonesia sejak Januari lalu.
Metode yang dijalankan yaitu mengekstraksi RNA lebih dulu, lalu ditambahkan reagen tertentu. Lalu, sampel dimasukkan ke mesin PCR selama kurang lebih 2 jam.
" Total waktu satu hari untuk memeriksa itu," kata Yurianto.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya