Ilmuwan Mulai Uji Vaksin Virus Corona ke Tikus

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 12 Februari 2020 19:00
Ilmuwan Mulai Uji Vaksin Virus Corona ke Tikus
Para ilmuwan di seluruh dunia berlomba mengembangkan cara untuk membasmi jaringan baru dari virus corona.

Dream - Tim peneliti Imperial College London, Inggris, mulai pengujian vaksin untuk wabah virus corona terhadap kepada tikus.

" Saat ini kami baru saja memasukkan vaksin yang kami hasilkan dari bakteri ini ke tikus," kata peneliti Paul McKay, dikutip dari Science Alert, Rabu 12 Februari 2020.

" Kami berharap bahwa selama beberapa pekan ke depan agar dapat menentukan respons yang dapat kita lihat pada tikus-tikus itu, dalam darah mereka, respons antibodi mereka terhadap virus corona," tambah dia.

Saat ini, para ilmuwan di seluruh dunia berlomba mengembangkan cara membasmi jaringan baru virus corona. Imperial College London tidak dapat memastikan seberapa maju penelitian tim lain saat ini.

Meski demikian, regulator memastikan bahwa vaksin yang dikerjakan Imperial College London cukup aman dan efektif untuk diproduksi secara massal. Imperial College London berharap bahwa penelitian tentang virus corona dan SARS hampir dua dekade lalu dapat mempercepat.

" Kami berharap menjadi yang pertama untuk memasukkan vaksin khusus ini ke dalam uji klinis manusia, dan itu mungkin adalah tujuan pribadi kami," kata dia.

1 dari 4 halaman

Menguji Khasiat

" Setelah fase satu percobaan selesai - yang bisa memakan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan itu dapat segera mulai mencoba khasiatnya pada orang, yang juga akan memakan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan," ucap dia.

" Jadi, mungkin pada akhir tahun ini akan ada vaksin teruji yang layak untuk digunakan pada manusia," ujar dia.

Sementara itu, kantor berita pemerintah China, Xinhua, mengutip sebuah laporan berita lokal yang mengatakan universitas Shanghai juga menyuntikkan vaksin uji ke tikus pada Minggu, 9 Februari 2020.

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, media di China belum dapat mengumumkan tes vaksin tersebut.

2 dari 4 halaman

Hong Kong Klaim Produksi Vaksin Tangkal Corona, Tapi...

Dream - Universitas Hong Kong mengklaim telah menciptakan vaksin untuk mengatasi virus Corona Wuhan. Ilmuwan di Universitas Hong Kong, Yuen Kwok-yung menyebut, vaksin itu masih perlu terus diuji coba.

“ Kami sudah memproduksi vaksin, tetapi akan membutuhkan waktu lama untuk menguji hewan,” kata Yuen, dilaporkan Daily Sabah, Rabu, 29 Januari 2020.

Yuen mengatakan, akan memakan waktu berbulan-bulan untuk menguji vaksin pada hewan. Setidaknya satu tahun lagi untuk melakukan uji klinis pada manusia sebelum cocok untuk digunakan.

Selain Hong Kong, Amerika Serikat (AS) juga sedang mengembangkan vaksin untuk mengatasi virus berkode 2019-nCoV tersebut.

Tak main-main, pemerintah AS tertarik untuk menempatkan timnya di lapangan untuk meninjau data mentah dan mempelajari lebih lanjut tentang patogen, yang sejauh ini telah merenggut lebih dari 100 nyawa.

" Kami sudah mulai di NIH (National Institutes for Health) dan dengan banyak kolaborator kami tentang pengembangan vaksin," kata pejabat NIH, Anthony Fauci.

3 dari 4 halaman

Waspada Dampak Lebih Besar

Anthony mengatakan, proses uji coba ini akan memakan waktu tiga bulan. Setelah itu, percobaan pertama akan mulai dilakukan dan tiga bulan selanjutnya untuk mengumpulkan data sebelum dapat pindah ke fase kedua.

" Tetapi kami sedang melanjutkan seolah-olah kami harus menggunakan vaksin. Dengan kata lain, kita sedang melihat skenario terburuk bahwa ini menjadi wabah yang lebih besar," ucap dia.

Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS Alex Azar mengatakan telah menawarkan bantuan ke China tiga kali dalam menangani krisis, namun sejauh ini tidak berhasil.

4 dari 4 halaman

Transparansi

" Kami mendesak China, lebih banyak kerja sama dan transparansi merupakan langkah paling penting yang dapat dilakukan agar penanganan lebih efektif," kata Azar.

" Pada 6 Januari, kami menawarkan untuk mengirim tim CDC (Pusat Pengawasan dan Kontrol Penyakit AS) ke China yang dapat membantu upaya kesehatan masyarakat ini," kata Azar.

" Saya mengulangi tawaran itu ketika saya berbicara dengan menteri kesehatan China hari Senin, dan itu ditegaskan lagi melalui kepemimpinan Organisasi Kesehatan Dunia hari ini di Beijing," ucap dia.

China dengan cepat mengurutkan genom novel Coronavirus 2019 dan mempublikasikannya. Presiden AS Donald Trump bahkan menyambut baik transparansi tersebut.

" Amerika Serikat sangat menghargai upaya dan transparansi mereka," kata dia.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak