Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Petugas Kesehatan Di China (Foto: Xinhua)
Dream - Sebanyak 500 staf rumah sakit di Wuhan, Hubei, China, terinfeksi virus corona. Kondisi ini membuat rumah sakit mengalami kekurangan staf.
Menurut South China Morning Post (SCMP) pemerintah Chinta telah melaporkan kasus-kasus petugas kesehatan yang terinfeksi virus Corona. Sumber dari rumah sakit menyatakan, kabar ini tidak disebarkan secara menyeluruh untuk menjaga moral petugas kesehatan.
Saat ini, pemerintah China terus meningkatkan moral staf medis di garis depan setelah kematian Li Wenliang.
Li meninggal usai mengidap virus corona. Dia sempat diamankan polisi karena dianggap menyebar kebohongan mengenai virus baru yang belakangan diberi nama Covid-2019 itu.
Sebuah tayangan yang beredar online mengungkapkan skala infeksi di antara petugas medis di Wuhan.
Pada pertengahan Januari, ada sekitar 500 kasus yang dikonfirmasi di antara staf rumah sakit, sementara 600 lainnya diduga terinfeksi. Sebuah sumber dari sebuah rumah sakit besar di Wuhan mengkonfirmasi bahwa slide itu asli.
Angka-angka yang ditunjukkan pada tayangan itu sejalan dengan angka yang diberikan dua dokter lain dari rumah sakit besar di Wuhan.
Mereka yang terinfeksi termasuk setidaknya 100 staf dari Rumah Sakit Wuhan Xiehe dan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, dengan masing-masing 50 kasus lagi dari Rumah Sakit Nomor 1 Wuhan dan Rumah Sakit Zhongnan.
Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama resmi virus corona Wuhan. Sebelumnya virus corona hanya disebut dengan kode 2019-nCoV.
Namun WHO kini resmi memberikan nama COVID-19 untuk menyebut virus yang kini tengah mewabah di Wuhan, China, tersebut. Keputusan nama itu diambil setelah pertemuan ratusan ahli kesehatan di Jenewa, Swiss.
" Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu COVID-19," kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Science Alert.
Tedros mengatakan bahwa " co" adalah singkatan dari " corona" , " vi" untuk " virus" dan " d" untuk " penyakit" , sementara " 19" adalah untuk tahun sebaran wabah.
Menurut Tedros, nama itu telah dipilih untuk menghindari referensi ke lokasi geografis tertentu, spesies hewan atau sekelompok orang, sesuai dengan rekomendasi internasional untuk penamaan yang bertujuan mencegah stigmatisasi.
WHO sebelumnya memberi virus nama sementara " penyakit pernafasan akut 2019-nCoV" dan Komisi Kesehatan Nasional China minggu ini mengatakan sementara waktu menyebutnya " novel coronavirus pneumonia" atau NCP.
Dream - Sikap paranoid terhadap virus corona telah tertanam cukup dalam di pikiran sebagian orang di dunia terutama China. Setiap tindakan apapun yang bisa memicu penyebaran virus 2019-nCoV akan memancing kemarahan serta kecemasan.
Untuk melindungi diri dari paparan virus corona, masyarakat akan melakukan apapun. Beberapa diantaranya bahkan bertindak berlebihan seperti menyeka diri mereka dengan alkohol untuk mensterilkan diri dari virus.
Namun aksi yang dilakukan seorang pria dari China untuk melindungi dirinya dari tertular virus corona boleh dibilang sudah kebablasan.
Menurut Sin Chew Daily, seorang pria berusia 37 tahun menderita luka bakar tingkat tiga di wajah, leher, dan tangannya. Dia terbakar saat bekerja di sebuah pabrik benang di Hangzhou.
Aktivitas pabrik sebetulnya sudah berhenti menyusul terjadinya wabah virus corona. Tapi pria bernama Xiao Zhang itu tetap masuk karena dia harus merawat mesin pabrik.
Pada tanggal 8 Februari 2020, Zhang masuk kerja. Seperti sebelumnya, dia menyeka kepala, wajah, leher, kaki dan tangannya dengan alkohol sebelum berangkat ke pabrik untuk menghindari tertular virus corona.
Namun, saat bekerja di dekat kompor pemanas, api menyambar bajunya sehingga dengan cepat membakar tubuh Zhang yang berlumuran alkohol. Rupanya dia tidak sadar bahwa alkohol termasuk cairan yang mudah terbakar.
Zhang segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter menyatakan 15 persen tubuh Zhang mengalami luka bakar tingkat dua hingga tiga.
Bagian tubuh yang terbakar paling parah adalah lehernya. Tidak itu saja, saluran pernapasan Zhang juga ikut terbakar.
Dokter segera melakukan trakeotomi dan intubasi pada Zhang, di mana sayatan dibuat di leher untuk membuka jalan napas langsung ke bagian trakea.
" Jika tidak membuat sayatan, pasien akan muntah-muntah dalam waktu 24 jam, dan mungkin berisiko lainnya," kata dokter.
Sekarang, Zhang akan mengalami kesulitan menggunakan tangannya karena luka bakar yang sangat serius.
Dia mungkin juga memerlukan rehabilitasi setelah operasi dan menjalani cangkok kulit untuk memulihkan kondisinya.
Dokter menyarankan alkohol dalam jumlah kecil sudah cukup untuk mensterilkan diri dari virus. Jika memerlukan dalam jumlah besar, disarankan untuk menghindari nyala api terbuka atau sakelar daya sampai alkohol benar-benar telah menguap.
(sah, Sumber: World of Buzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya