Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Etty Binti Toyib, Buruh Migran Yang Terbebas Dari Jeratan Vonis Mati (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Dream - Etty binti Toyib bisa bernapas lega. Perasaan kalutnya akibat menunggu ekseskusi berakhir dengan dibebaskannya dia dari vonis mati Pengadilan Arab Saudi.
Selama 18 tahun Etty kehilangan harapan dan terpaksa tinggal di penjara. Namun begitu, dia memanfaatkan waktunya di dalam tahanan di Saudi untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
Selama di penjara, Etty mengisi waktunya dengan menghafal Alquran. Dia juga rajin mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
" Saya pakai dengan menghapal Alquran," ujar Etty, dikutip dari Liputan6.com.
Etty merupakan salah satu buruh migran Indonesia yang dijatuhi vonis mati oleh pengadilan Saudi. Dia ditetapkan bersalah atas dakwaan pembunuhan terhadap majikannya.
Pemerintah Indonesia berusaha membebaskan Etty dengan membayar diyat atau uang tebusan sebesar 4 juta riyal, setara Rp15,2 miliar. Etty adalah warga asal Desa Cidadap Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka.
Selama menjalani masa tahanan, Etty kenyang mengikuti MTQ selama dengan peserta tidak hanya kaum hawa namun juga para tahanan pria dan para sipir. Etty juga pernah meraih juara empat.
" Saya ikut musabaqah dan jadi posisi ke empat," kata Etty.
Selain hafalan Alquran, Etty juga mengisi waktunya di penjara dengan berbagai kegiatan. Seperti membantu petugas demi bisa memenuhi kebutuhannya sendiri seperti sabun dan odol.
" Apa saja saya kerjakan, bantu-bantu gitu," kata dia.
Soal makanan, Etty bersyukur. Pemerintah Arab Saudi tidak membiarkan para tahanan kelaparan. Bahkan makanan diberikan dengan jadwal rutin.
" Alhamdulillah, kalau soal makanan mah enggak kekurangan," ucap Etty.
Etty pun bersyukur bisa kembali ke Indonesia setelah 18 tahun lamanya menderita di penjara. Sebelum dipenjara, Etty hanya bekerja dengan majikannya selama 1 tahun 2 bulan.
" Yang penting sekarang sudah pulang, rindu keluarga, rindu orang-orang Indonesia, itu saja sudah bersyukur banget," kata Etty.
Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati
Berdasarkan putusan pengadilan umum di Arab Saudi, Etty divonis hukuman mati atas tuduhan membunuh majikannya sendiri, Faisal bin Said Abdullah Al Ghamdi, dengan cara diracun pada 2001 silam.
Tiga bulan setelah Faisal Bin Said Abdullah Al Ghamdi meninggal dunia. Seorang WNI bernama EMA atau Aminah, yang merupakan pekerja rumah tangga di rumah sang majikan, memberi keterangan bahwa Eti Toyib telah membunuh majikan dengan cara meracun.
" Eti menjalani masa penahanan sekitar 19 tahun," ujar dia.
Pembicaraan tersebut direkam langsung oleh keluarga majikan. Eti pun memasuki masa hukuman penjara pada 2002 atas keputusan pengadilan setempat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya