Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kantor Di Silicon Valley (Sumber: Digital Asia One)
Dream - Yahoo mengakui adanya serangan cyber besar-besaran pada jaringannya pada 2014. Kemungkinkan peretas telah mencuri data dari setengah miliar penggunanya.
Yahoo, baru mengkonfirmasi serangan itu berbulan-bulan setelah ramai jadi perbincangan di internet. Dari penyelidikan internal diketahui jika 'informasi akun pengguna tertentu telah dicuri' dan serangan itu datang dari 'pelaku yang diyakini didukung negara'.
" Berdasarkan investigasi yang sedang berlangsung, Yahoo percaya bahwa informasi yang terkait dengan setidaknya 500 juta akun pengguna telah dicuri," bunyi pernyataan dari raksasa internet di Amerika Serikat itu.
Menurut Digital Asia One, bocornya data tersebut disebut-sebut sebagai serangan terbesar yang pernah dialami oleh sebuah organisasi tunggal.
" Yahoo bekerja sama dengan penegak hukum mengenai hal ini,” kata seorang analis keamanan komputer bernama Graham Cluley.
© Dream
Cluley mengatakan sekitar 200 juta akun mungkin telah diakses dan data yang diretas saat ini sedang ditawarkan secara online.
Yahoo mengatakan informasi yang dicuri mungkin termasuk nama, alamat email, tanggal lahir, dan password, bersama dengan pertanyaan keamanan yang dienkripsi atau tidak terenkripsi, beserta jawabannya yang bisa membantu peretas membobol akun online lainnya.
Dia menambahkan, Yahoo percaya yang mereka peretas disponsori negara. Tapi, raksasa teknologi itu tidak memberikan rincian tuduhan mereka itu.
" Jika saya harus menyampaikan berita buruk bahwa perusahaan saya telah diretas, saya akan merasa jauh lebih senang mengatakan bahwa para penyerang adalah 'yang disponsori negara,' bukan anak-anak remaja," kata Cluley dalam sebuah posting blog.
© Dream
Meski begitu, data yang dicuri tidak termasuk informasi yang terkait dengan pembayaran atau rekening bank, kata perusahaan yang berbasis di Silicon Valley itu.
Yahoo meminta pengguna yang terdampak untuk mengubah password, dan merekomendasikan siapa saja yang belum melakukannya sejak 2014 untuk mengambil tindakan yang sama sebagai tindakan pencegahan.
" Pembobolan online dan pencurian oleh aktor yang disponsori negara kini menjadi semakin umum di industri teknologi," kata Yahoo dalam rilisnya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya