566 Pasukan Dikerahkan Dukung Operasional RS Darurat Covid-19

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 24 Maret 2020 07:01
566 Pasukan Dikerahkan Dukung Operasional RS Darurat Covid-19
Penanganan terpadu ini dipimpin Pangdam Jaya.

Dream - Tiga satuan tugas (satgas) yang terdiri dari 566 personel disiapkan untuk mendukung operasi Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang digunakan untuk menampung pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan. RS darurat ini beroperasi mulai Senin 23 Maret 2020.

" Untuk operasinya menjadi tiga satgas yaitu satgas pendamping yang terdiri dari tenaga medis yang menangani langsung di ring," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Laksamana Madya TNI Yudo Margono.

Yudo mengatakan, pihaknya juga mengerahkan satgas pendukung lain.  Dia menyebut, satuan tugas pendukung terdiri dari para tim utama untuk kebutuhan dapur dan makanan dari Kodam dan Kogabwilhan I. Sementara itu, satgas ketiga adalah anggota pengaman yang terdiri dari Marinir, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan Pasukan Khas (Paskhas).

" Sehingga nanti ketika satgas tersebut secara terpadu dapat melaksanakan operasional penanganan COVID-19 ini yang dipimpin oleh Pangdam Jaya," kata dia.

Susunan satgas operasional tersebut terdiri dari tim pendamping sebanyak 225 orang dari unsur TNI, Kementerian Kesehatan dan relawan yang sudah bersiap di Wisma Atlet.

Kemudian satgas pendukung terdiri dari 161 orang dan pengamanan 180 orang, sehingga total keseluruhan terdapat 566 orang yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) di Wisma Atlet.

Di Wisma Atlet sendiri, kata Yudo, terdapat sekitar 1.600 tempat tidur siap digunakan untuk pasien positif Covid-19 yang dirujuk ke tempat tersebut.

1 dari 6 halaman

Wisma Atlet Kemayoran Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan sejumlah fasilitas tambahan sedang dipersiapkan untuk menangani pasien positif terjangkit virus corona baru. Salah satunya, Wisma Atlet Kemayoran yang sebentar lagi siap.

" Wisma Atlet Kemayoran siap dijadikan rumah sakit darurat Covid-19 dan juga sebagai rumah isolasi pada Sabtu malam, 21 Maret 2020," ujar Jokowi, Jumat 20 Maret 2020.

Selain Wisma Atlet, Pemerintah juga menyiapkan Pulau Sebaku dan Pulau Galang sebagai rumah karantina dan observasi. Khusus untuk Pulau Galang, saat ini fasilitas hampir siap.

" Pulau Galang akan selesai dibangun pada Sabtu, 28 Maret 2020," kata Jokowi.

Jokowi juga akan meningkatkan kapasitas rumah sakit rujukan baik dari ruang, peralatan, obat dan SDM. Menurut dia, rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan baik milik Pemerintah, TNI, Polri dan BUMN difungsikan sebagai Rumah Sakit Covid-19.

" Rumah sakit swasta juga akan diajak serta untuk berpartisipasi dan ditingkatkan kemampuannya," kata dia.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan seluruh kekuatan pemerintah, bangsa dan negara digerakkan untuk mengatasi Covid-19. " Baik masalah kesehatan maupun masalah sosial ekonomi yang mengikutinya," ucap dia.

2 dari 6 halaman

200 Kit Pemeriksaan Cepat Virus Corona Siap Dikirim ke Daerah

Dream - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan telah menerima kit untuk pemeriksaan cepat virus corona. Kit tersebut akan segera dikirimkan ke daerah.

" Pada hari ini kita sudah menerima 200 kit pemeriksaan cepat, hari ini juga sudah kita accept, tinggal dikirim," kata Yurianto di Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Yuri berharap kit tersebut dapat segera diterima Dinas Kesehatan Provinsi sehingga bisa digunakan secepatnya untuk menguji pasien yang merupakan end user.

" Kemudian ada sekitar 100 ribu (kit) akan masuk besoknya lagi," kata dia.

Selain itu, pemerintah juga telah menerima 10 ribu lebih Alat Perlindungan Diri (APD) yang dipersiapkan untuk tim medis. Sementara jumlah masker lebih dari 150 ribu dan juga sarung tangan yang tak disebutkan angkanya.

Terkait data kasus, ada penambahan pasien positif terjangkit sejak 19 Maret 2020 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2020 pukul 12.00 WIB sebanyak 60 kasus. Sehingga total kasus terinfeksi di Indonesia mencapai 369 kasus,

" Ada penambahan satu kasus sembuh sehingga total menjadi 17 kasus. Ada penambahan meninggal 7 kasus sehingga yang meninggal jadi 32 kasus," terang dia.

3 dari 6 halaman

'Kenali Cara Kerja Covid-19, Kita Pasti Bisa'

Dream - Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyebut, tugas tiga bulan ke depan. Tugasnya diantaranya, yaitu melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai Covid-19. Sebagai peneliti, Wiku ingin menerjemahkan ilmunya untuk dipahami masyarakat.

" Dengan masyarakat berilmu maka mereka sendirilah yang akhirnya bisa menghadapi," ujar Wiku, dalam konferensi pers di Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu, 18 Maret 2020.

Tim pakar tidak bisa menghadapi seluruh kasus di Indonesia. Dia menyebut, dengan ilmu yang diterjemahkan, masyarakat bisa mengenali lawannya, Covid-19.

" Kalau kita kenali lawan dan cara kerjanya harapannya pasti kita bisa melakukannya," kata dia.

Wiku mengatakan, perang menghadapi virus corona merupakan perang bersama. Edukasi masyarakat, kata dia, bisa untuk menurunkan kasus secara drastis.

" Harapannya kasusnya bisa menurun cukup drastis karena penularannya terkendali. Jadi itu untuk yang sakit, pemerintah berusaha keras untuk memastikan penanganannya di fasilitas kesehatan dengan cara diagnostik yang tepat itu bisa segera responsif dan akhirnya menurunkan jumlahnya," ucap dia.

4 dari 6 halaman

5 dari 6 halaman

Soal Corona, Wapres Minta Ada Fatwa Pengurusan Jasad & Cara Bersuci Tenaga Medis

Dream - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin akan mengusulkan kepada Majelis Ulama Indonesia dan organisasi massa Islam untuk mengeluarkan dua fatwa seputar penanganan virus corona Covid-19. Dia menilai keberadaan fatwa tersebut sangat dibutuhkan saat ini

Fatwa yang dimaksud Ma'ruf yaitu mengenai tata cara pengurusan jenazah yang meninggal akibat virus mematikan dan cara bersuci bagi tenaga medis yang tidak bisa melepaskan alat pelindung diri.

" Ke depan, saya meminta MUI dan ormas Islam mengeluarkan fatwa jika terjadi kesulitan untuk mengurusi jenazah apabila kurang atau tidak ada tenaga medisnya," ujar Ma'ruf di Jakarta, Senin 23 Maret 2020.

Ma'ruf mengatakan masyarakat sangat membutuhkan fatwa tersebut, yang juga memuat kemungkinan bisa tidaknya jenazah tidak dimandikan.

6 dari 6 halaman

Fatwa Untuk Petugas Medis Memakai APD Hendak Sholat

Tak hanya itu, fatwa mengenai ketentuan petugas medis yang hendak sholat namun tidak memungkinkan melepas alat perlindungan diri selama delapan jam sangat dibutuhkan saat ini. Ma'ruf menilai fatwa ini perlu dikeluarkan mengingat sudah banyak petugas mengalami kejadian tersebut.

" Kepada petugas medis yang menggunakan alat perlindungan diri yang tidak bisa dilepas selama delapan jam, tidak bisa wudhu, saya sudah meminta dibuatkan agar mereka bisa sholat tanpa wudhu," kata Ma'ruf.

Lebih lanjut, Ma'ruf mengimbau semua pihak bersatu dalam menangani virus corona. Dia juga meminta masing-masing pihak untuk tidak lagi berpolemik.

" Tapi bagaimana menjalankan langkah pengamanan, penanggulangan," kata dia.(Sah)

Beri Komentar