Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Brightside.me)
Dream - Gula merupakan bahan makanan yang sulit dihindari dalam keseharian kita.
Jujur deh, siapa sih yang enggak suka minum teh, kopi atau susu yang dicampur dengan gula.
Tak hanya minuman, banyak makanan juga yang ditaburi gula lho. Walau takaranya mungkin tidak sebanyak minuman.
Kalau kamu termasuk penggila gula, sebaiknya mulai kurangi takarannya. Mengkonsumsi terlalu banyak gula bisa mengundang bahaya. Banyak penyakit muncul karena terlalu sering mengonsumsi gula.
Penyakit diabetes salah satunya. Penyakit berbahaya yang dapat berimbas pada organ tubuh lain itu berangkat dari fluktuasi kadar gula di dalam darah.
Jika sulit menghindari makananan atau minuman manis, cobalah beralih ke gaya hidup sehat. Rasa manis dari gula yang biasanya berasal tebu bisa kamu ganti dengan bahan pemanis lain. jadi kamu tetap selera makan tanpa kehilangan rasa manis.
Nah, berikut ini sejumlah adalah sejumlah pemanis pengganti gula yang jauh lebih sehat. Dilansir dari Brightside.me, berikut daftar pengganti manis gula:
1. Gula Kelapa

Gula kelapa dikenal sebagai alternatif terbaik pengganti gula tebu karena kadar glikemik yang rendah. Gula ini dapat dengan mudah digunakan untuk menjadi pengganti rasa manis dari gula tebu.
2. Barley malt

Barley malt merupakan salah satu pengganti gula yang baik. Selain bermanfaat menggantikan gula Barley malt juga dapat meningkatkan metabolisme, memperkuat sistem kekebalan, dan bahkan mempertajam penglihatan.
3. Sirup Agave

Agave nectar sering disebut sirup agave merupakan pemanis yang diproduksi secara komersil dari beberapa spesies agave termasuk Agave tequilana (agave biru) dan Agave salmiana. Agave nectar memiliki rasa yang lebih manis daripada gula dan konsistensinya lebih encer dibandingkan dengan madu. Tanaman ini umumnya tumbuh di Meksiko dan Afrika Selatan.
4. Molasses

Walaupun molasses merupakan byproduct gula, beberapa orang masih mempertimbangkannya sebagai pengganti gula yang lebih sehat. Molasses memiliki cita rasa yang lebih kuat, namun tidak semanis gula. Bahkan, faktanya molasses mengandung lebih banyak asam daripada gula.
5. Kurma

Kurma memiliki rasa manis yang dapat menggantikan fungsi gula tebu. Selain memberikan rasa manis, buah kurma juga bisa menjadi sumber serat pangan yang baik untuk pencernaan. Kandungan glukosa di dalam sebutir kurma diperkirakan habis terserap dalam waktu 40-45 menit. Tempo ini lebih lambat ketimbang glukosa pada gula tebu yang habis terserap dalam 20-30 menit. Dengan begitu, cadangan glukosa yang berasal dari kurma akan bertahan lebih lama di dalam tubuh.
6. Gula Sorgum

Tanaman sorgum memiliki kandungan gula yang tinggi, meskipun patinya juga tinggi. Di Indonesia, sorgum punya beberapa nama, seperti gandrung, jagung pari, dan jagung canthel. Bahkan, tepung sorgum sudah lama digunakan masyarakat di Indonesia sebagai bahan dasar pembuatan kue apem sebagai pengganti tepung beras.
Biji sorgum dapat digunakan sebagai bahan pangan serta bahan baku industri pakan dan pangan. Seperti industri gula, monosodium glutamate (MSG), asam amino, dan industri minuman serta bahan bakar (bioetanol).
7. Sirup Maple

Sirup maple seringkali digunakan sebagai teman makan pancake atau sebagai bahan tambahan roti, kue dan pastry. Walaupun rasanya tidak terlalu manis, sirup maple memiki cita rasa buah maple yang kuat dan lebih kaya rasa.
8. Stevia

Stevia memiliki rasa 300 kali lebih manis dari gula. Stevia adalah sebuah tanaman yang ditemukan di Amerika Selatan dan biasanya digunakan sebagai suplemen diet. Stevia tidak memiliki kalori ataupun meninggalkan dampak glikemik, sehingga cocok untuk penderita diabetes dan mereka yang ingin menjaga berat badan.
(Brightside.me)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya