88 Gedung di Jakarta Boleh Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi Corona

Reporter : Sugiono
Sabtu, 12 Desember 2020 16:56
88 Gedung di Jakarta Boleh Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi Corona
Namun ada beberapa protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Apa saja?

Dream - Tiga bulan menjelang akhir tahun, biasanya banyak orang menggelar hajat pernikahan. Normalnya, selama periode tersebut, pengelola gedung kebanjiran pesanan untuk dipakai venue atau tempat menggelar resepsi pernikahan.

Namun, semenjak pandemi Covid-19 merebak di Tanah Air, bisnis persewaan gedung untuk resepsi pernikahan menjadi sepi. Masyarakat lebih memilih untuk menunggu kondisi normal kembali.

Sayangnya, hingga hampir satu tahun berjalan, sepertinya pandemi Covid-19 tidak segera surut. Hal ini memaksa pengelola gedung atau venue untuk terus menjalankan bisnis di tengah pandemi Covid-19.

1 dari 3 halaman

88 Gedung di Jakarta Boleh Gelar Resepsi di Tengah Pandemi Corona

Baru-baru ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta melaporkan ada 126 pengelola gedung atau venue yang mengajukan permohonan untuk dapat menggelar acara resepsi pernikahan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

" Total sudah 126 venue atau gedung yang mengajukan permohonan," kata Bambang dari Dinas Parekraf DKI Jakarta.

Menurut Bambang, dari 126 permohonan, 88 di antaranya sudah disetujui. Sementara sisa 38 gedung masih diproses.

2 dari 3 halaman

Kapasitas Tamu Hanya 25 Persen

Bambang mengatakan pengelola gedung diperbolehkan menggelar resepsi. Untuk surat keputusannya sudah diterbitkan oleh Dinas Parekraf.

Meski diperbolehkan, pengelola gedung harus memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 saat menggelar resepsi.

" Intinya pengetatan protokol kesehatan harus dipatuhi, di antaranya kapasitas maksimal 25 persen," ucap Bambang.

3 dari 3 halaman

Beberapa Protokol yang Harus Dipatuhi

Selain mengatur kapasitas, jarak kursi pengunjung minimal 1,5 meter. Yang menggelar resepsi dilarang menggunakan sistem prasmanan. Jadi, makan atau minuman para tamu hanya dilayani oleh petugas.

Kemudian, tamu undangan hanya bernamaste dan duduk di tempat yang sudah disediakan dan dilarang berjalan atau hilir mudik.

Begitu juga ketika tamu hendak berfoto dilarang untuk melepaskan masker. Tamu juga tidak diperbolehkan membawa anak usia di bawah 9 tahun.

Orang di atas usia 60 juga tidak boleh menghadiri resepsi pernikahan di gedung selama PSBB masa transisi.

" Tidak disarankan pemberian amplop langsung, dan data tamu tercatat lengkap," jelas Bambang.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar