BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi Taliban (Foto: Shutterstock)
Dream - Salah satu pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, akan memimpin pemerintahan baru Aghanistan yang akan segera diumumkan. Saat ini dia menjabat sebagai kepala kantor politik Taliban didampingi oleh Mullah Mohammad Yaqoob.
" Semua pemimpin utama sudah tiba di Kabul, di mana persiapan untuk mengumumkan pemerintah baru sudah di tahap akhir," kata salah satu pejabat Taliban dikutip dari Merdeka.com, Jumat 3 September 2021.
Sedangkan Haibatullah Akhunzada, pemimpin tertinggi keagamaan Taliban, akan menjabat dibagian urusan agama pemerintahan dalam kerangka ajaran Islam.
Sebelumnya Taliban telah berkuasa pada 1996 hingg 2001 menerapkan hukum Islam dalam bentuk radikal. Namun kali ini, kelompok tersebut bersedia memperlihatkan wajah yang lebih moderat.
Seperti yang dikatakan Taliban sebelumnya, mereka berjanji melindungi hak asasi manusia dan menahan diri untuk melakukan pembalasan terhadap musuh lama. Namun pihak AS, Uni Eropa dan negara lainnya meragukan hal tersebut.
Banyak negara memberikan pernyataan bahwa pengakuan resmi pemerintah serta aliran bantuan ekonomi akna tergantung pada tindakan yang diperlihatkan Taliban.
Sumber: merdeka.com
Dream - Taliban mengklaim telah mengepung Lembah Panjshir, satu-satunya provinsi di Afghanistan yang menjadi pasis pasukan penentang kelompok pimpinan Ahmad Massound.
Dalam rekaman pidato yang ditunjukkan bagi warga Afghanistan di Lembah Panshir, pemimpin senior Taliban, Amir Khan Motaqi, meminta para pemberontak meletakkan senjata dan segera berunding.
" Emirat Islam Afghanistan merupakan rumah bagi seluruh warga Afghanistan," kata Motaqi dalam video tersebut, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 2 September 2021.
Sebelumnya, Taliban juga telah menjanjikan pengampunan bagi semua warga Afghanistan yang pernah bekerjasama dengan pihak asing untuk menentang kelompok tersebut.
Motaqi mengatakan, Taliban telah melalukan beragam upaya negosiasi dengan para pemimpin pasukan opisisi di Lembah Panjshir.
" Tapi sayangnya, tidak membuahkan hasil," ucap Motaqi.
Motaqi mengklaim bahwa pasukannya telah mempersiapkan operasi di sekitar empat sisi Lembah Panjshir. Meski demikian, ia menegaskan tidak aa alasan untuk berperang jika kelompok oposisi mau berunding.
Menurutnya, pasukan penentang Taliban tidak mungkin mengalahkan mereka meskipun mendapat dukungan dari pasukan Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
" Kami memastikan tidak ada perang dan masalah di Panjshir segera terselesaikan dengan aman dan damai," kata Motaqi.
Pernyataan itu muncul setelah setidaknya tujuh militan Taliban tewas dalam upaya melakukan pengepungan di Lembah.
Seorang juru bicara Front Perlawanan Nasional Afghanistan, yang mengatur pasukan di Lembah Panjshir mengatakan, Taliban telah melancarkan serangan sejak dua hari lalu. Kelompok itu diketahui telah melancarkan serangan di tiga atau empat daerah yang berbeda tetapi sejauh ini telah dipukul mundur.
Juru bicara itu mengatakan dia tidak memiliki rincian baru tentang para korban.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
