Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Swab Tes (Foto: Liputan6.com)
Dream - Laporan sebuah universitas di Jepang pada Rabu, 2 November 2020 lalu menemukan pasien yang telah terinfeksi Covid-19 setidaknya memiliki antibodi penangkal virus alami kurang lebih untuk waktu enam bulan.
Temuan dari tim peneliti Universitas Kota Yokohama menunjukan efek vaksin anti-Covid-19 yang sedang dikembangkan oleh Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara lain, akan mendorong pembentukan antibodi dalam tubuh manusia setelah terjangkit.
Tim tersebut juga melakukan studi tentang status antibodi mantan pasien Covid-19, satu tahun setelah teinfeksi.
Tak berhenti disitu, tim peneliti juga akan melakukan penelitian terhadap mantan pasien Covid-19 satu tahun setelah dia tertular.
" Sejumlah penelitian di luar negeri mengindikasikan antibodi bisa bertahan selama beberapa bulan di tubuh pasien yang sudah tertular," kata Atsushi Goto, profesor Asosiasi Ilmu Kedokteran Universitas Yokohama yang merupakan salah satu anggota tim peneliti.
Menurut Goto, penelitian yang mereka lakukan mendapatkan hasil luar biasa dan sesuai dengan penelitian serupa di luar negeri.
Jepang sudah sepakat dengan perusahaan farmasi AS Pfizer dan Moderna serta perusahaan Inggris AstraZeneca, untuk menerima bantuan vaksin jika sudah tersedia.
Dream - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, kembali mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan 3M dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dia mengatakan protokol tersebut merupakan kunci untuk memutus rantai penularan Covid-19.
Pun demikian ketika vaksin sudah ada, masyarakat tetap diminta disiplin. Karena, kata Doni, vaksin tidak seketika membuat kita bebas Covid-19.
" Ketika vaksin diberikan pun tidak serta merta kita bebas dari Covid-19. Vaksin tidak menghentikan Covid-19," ujar Doni, disiarkan channel YouTube BNPB.
Doni mengatakan Covid-19 akan selalu ada di sekitar masyarakat. Tidak ada yang bisa memastikan kapan Covid-19 akan berakhir.
" Covid-19 akan ada terus sepanjang waktu, sampai kapan wallahualam bissawab hanya Allah yang mengetahuinya. Hanya Tuhan yang Maha Kuasa yang mengetahuinya," kata Doni.
Selain disiplin menerapkan 3M, Doni meminta masyarakat mendukung pelaksanaan protokol 3T yaitu tracking, testing, dan treatment. Protokol ini sangat penting untuk mendeteksi kasus Covid-19 lebih dini.
" Kita pun harus melakukan berbagai langkah lewat pencegahan, dirasa gagal, jangan kehabisan akal atau ide, lakukan langkah mitigasi dalam cara apapun demi mencegah semakin banyaknya pihak yang terpapar," kata Doni.
Doni mengingatkan selama Covid-19 masih ada, maka tidak ada tempat yang betul-betul aman di permukaan bumi. Sehingga masyarakat perlu bergotong royong dalam menghadapi Covid-19.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya