Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Candi Borobudur (Foto: Shutterstock.com/NaughtyNut)
Dream - Harga tiket masuk Candi Borobudur yang direncanakan naik menjadi Rp750 ribu tengah menjadi perhatian banyak pihak. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengimbau pembahasan tentang candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah itu tidak menimbulkan perpecahan.
“Kita boleh mengungkapkan pendapat kita di media sosial maupun media mainstream, tapi kita harus bijak. Borobudur merupakan ikon dari sejarah, kita harus betul-betul menjaga sebagai bagian dari keutuhan kesatuan dan keutuhan,” ungkap Sandi dikutip dari Liputan6.com, Senin 6 Juni 2022.
Adanya kritik dari berbagai kalangan terkait ketentuan harga yang dianggap mahal, Sandiaga mengatakan akan dipertimbangkan lagi oleh pemerintah.
“Kami akan melakukan langkah-langkah strategis setelah mendapatkan masukan begitu banyak dari para netizen, para ahli, dunia usaha, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, ahli budaya, tokoh-tokoh agama, dan tokoh-tokoh masyarakat,” katanya.
Menteri Sandiaga Uno juga membeberkan alasan pemerintah yang sedang mengkaji harga tiket masuk Candi Borobudur itu. Ditetapkan sebesar Rp750 ribu per orang adalah untuk bisa naik lebih jauh ke atas candi.

Ketetapan itu mempertimbangkan degradasi bangunan Candi Borobudur yang terus terjadi. Dengan kapasitas daya tampung yang telah diatur pemerintah sebanyak 1.200 orang per hari.
"Karena bisa mengurangi kikisan yang membuat batu di Borobudur aus. Pendekatan ini bukan komersial, tapi pendekatan konservasi," jelas Sandiaga Uno.
Menurut laporan, kata Sandiaga Uno, beberapa tahun terakhir batu-batu di Candi Borobudur mengalami degradasi sangat drastis.
"Candi ini dibangun sekitar 1.200 tahun yang lalu, harus benar benar kita jaga," katanya.
Sandiaga tetap yakin meskipun terjadi pro kontra minat wisatawan untuk berkunjung ke Borobudur tidak akan menurun.
Alasan yang melatarbelakangi keyakinannya adalah adanya dukungan infrastruktur, mulai dari Bandar Udara Internasional Yogyakarta, jalan tol, Balai Ekonomi Desa (Balkondes), desa-desa wisata, Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta), dan homestay untuk mendukung pengembangan kawasan Borobudur.
“Kehadiran Borobudur untuk memberikan manfaat bagi ekonomi, sosial dan segala lini kehidupan masyarakat tentunya akan menjadi prioritas dan konsideran utama pemerintah dalam mengambil kebijakan,” ucap Sandiaga.
Pemerintah akan memastikan Candi Borobudur jadi destinasi ramah lingkungan. Sandiaga melanjutkan, bagi masyarakat yang tidak naik ke candi nantinya tetap dapat menikmati pemandangan candi melalui vrtual reality.
Hal ini pun sedang dirancang oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Nanti akan ada virtual reality agar orang tetap menikmati dan tetap dapat memperkaya pengetahuan. Saya optimis dengan proses ini Borobudur akan menjadi ikon dan kita pastikan kelestariannya," tandasnya.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?