Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kartikeya Jakhar (indiatimes.com)
Dream - Bocah berusia 12 tahun dari India tercatat dalam Guinness World Record atau Rekor Dunia Guinness sebagai pengembang aplikasi termuda di dunia.
Dia adalah Kartikeya Jakhar, siswa kelas VIII dari Jhajjar Jawahar Navodaya Vidyalaya. Anak ini mempelajari dunia pengembangan aplikasi secara tidak sengaja saat pandemi. Menariknya, Kartikeya mampu membuat tiga aplikasi setelah menonton video di YouTube.
Awal mulanya, untuk memenuhi kelas online yang dijalankan saat pandemin, ayahnya, Ajit Jakhar, yang merupakan seorang petani membelikannya handphone seharga Rs10.000 atau sekitar Rp1,8 juta.
Namun handphone yang dibelikan sang ayah mengalami masalah. Hingga anak pintar ini berinisiatif memperbaikinya dengan menonton caranya di YouTube.
“ Ponsel mengalami banyak masalah karena hang selama proses pengkodean. Dengan bantuan YouTube, saya memperbaiki ponsel dan melanjutkan studi saya," kata Kartikeya kepada Money Control.

Setelah itu, Kartikeya membuat tiga aplikasi yang ia kembangkan sendiri. Bocah ini menyebut, sekarang aplikasinya bisa digunakan lebih dari 45.000 siswa secara gratis.
“ Saya membuat tiga aplikasi, yang pertama terkait dengan Pengetahuan Umum bernama Lucent GK online. Yang ke dua adalah Ram Kartik Learning Center yang mengajarkan coding dan desain grafis dan yang ketiga adalah Shri Ram Kartik Digital Education. Sekarang, aplikasi tersebut menawarkan pelatihan gratis kepada lebih dari 45.000 siswa," ungkap Kartikeya.
Karena keahliannya itu, Kartikeya mendapatkan beasiswa dari universitas bergengsi dunia yakni Harvard. Ayahnya mengaku sangat bangga.
Ajit, sang ayah, meminta pemerintah setempat untuk membantu anaknya agar bisa mengembangkan aplikasi lain dan dapat melayani negara dalam hal teknologi digital.

“ Saya mendesak pemerintah untuk membantu anak saya agar dia bisa mengembangkan aplikasi lain. Dia mempunyai bakat yang luar biasa dan saya ingin dia melayani negara dalam teknologi digital. Desa kami mengalami pemadaman listrik yang tinggi tetapi semangat Kartikeya sangat tinggi sehingga dia mampu bertahan di tengah semua krisis," kata sang ayah, Ajit Jakhar, lapor Hindustan Times.
Kartikeya mengaku terinspirasi dari seorang Perdana Menteri India ke 15 yakni Narendra Damodardas Modi atau PM Modi. Dan dia ingin mengabdi kepada negara suatu hari nanti.
Sumber: indiatimes.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan