Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ohbulan.com)
Dream - Tugas membesarkan anak di zaman serba canggih dan menantang ini bukan hal yang mudah.
Orang tua harus bekerja siang dan malam untuk menjamin agar kehidupan tetap berlangsung nyaman. Namun mereka tak menyadari bahwa anak-anak menjadi korban sehingga terabaikan tanpa mendapat perhatian yang sewajarnya.
Seperti kisah yang dibagikan berikut ini sungguh membuat para orang tua terhenyak dan menyadari kesalahannya.
Mama Jangan Menangis, Haikal Hanya Bergurau Saja
" Akhir-akhir ini, Haikal suka menyembunyikan ponsel. Awalnya aku anggap dia hanya ingin bermain-main saja.
Sebab, dia akan tertawa senang jika berhasil membuatku bingung mencari ponsel yang dia sembunyikan. Sampai satu hari, seperti biasanya dia sembunyikan ponselku. Tapi kali ini dia sembunyikan ponselku di tempat yang benar-benar susah ditemukan.
Jadi aku menyerah dan pura-pura menangis. Saat itu terlintas dalam pikiranku bahwa cara cepat mendapatkan ponselku kembali adalah memainkan perasaan Haikal. Aku pura-pura menangis sampai Haikal datang untuk menenangkan aku.
" Mama, jangan menangis, Haikal hanya bergurau saja," kata Haikal.
" Mama tak bisa menemukan ponsel mama," kataku.
" Nah, ini ponsel Mama. Maaf, Haikal hanya bergurau saja," katanya.
" Terima kasih. Setelah ini Haikal tidak boleh lagi sembunyikan ponsel Mama. Banyak pekerjaan di ponsel Mama." kataku memberinya penjelasan.
Haikal hanya diam saja, lama sekali.
" Kenapa Haikal diam saja?" tanyaku.
© Dream
Ternyata jawaban Haikal sungguh membuatku tersadar bahwa aku telah menelantarkan tugas sebagai orang tua.
Aku lebih memilih hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, seperti Whatsapp, Facebook, gosip, viral, dan sebagainya.
" Sebenarnya Haikal tak suka Mama lihat ponsel itu. Haikal lebih suka kalau Mama lihat Haikal. Mama tahu tidak, ponsel ini bisa merusak mata Mama? Haikal tak pernah sekali pun merusakkan mata Mama. Tapi kenapa Mama tak mau lagi suka lihat Haikal?"
Aku pun menangis mendengar jawabannya yang polos dan sederhana tapi sebenarnya adalah tamparan buatku. Aku langsung memeluknya erat-erat.
© Dream
" Ya Allah, terasa sekali tamparan buatku dari-Mu kali ini. Haikal adalah anugerah yang sebenarnya yang selalu ingatkan aku tentang amanah-Mu."
" Ya Allah. Izinkan aku untuk jadi ibu yang Haikal butuhkan. Bantu aku untuk jadi ibu yang Haikal banggakan. Bimbing aku untuk selalu memperoleh ridha-Mu selama mengemban amanah sebagai Ibu ini."
" Aku benar-benar minta maaf anakku. Mama sayang Haikal, sangat."
(Sumber: ohbulan.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya