Anggota Keluarga Klaim Temukan Puing Pesawat MH370

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 3 Desember 2018 08:00
Anggota Keluarga Klaim Temukan Puing Pesawat MH370
Keluarga mendesak pemerintah Malaysia tetap membuka pencarian.

Dream - Anggota keluarga penumpang korban jatuhnya MH370 yang hilang pada 2014, mengklaim menemukan lima puing pesawat milik maskapai Malaysia Airlines tersebut. Keluarga menyebut, puing-puing itu ditemukan hanyut di pantai Madagaskar.

Puing yang ditemukan itu kemudian diserahkan ke Menteri Transpotasi Malaysia, Anthony Loke. Salah satu keluarga korban MH370, Grace Nathan, mendesak pemerintah Malaysia tak menutup pencarian pesawat yang hilang ini.

" Kenyataan bahwa puing masih hanyut di pantai, berarti kita tidak perlu berhenti mencari pesawat," kata Grace, dikutip dari The Star, Jumat 30 November 2018.

" Jika ada perusahaan yang membuka pencarian pesawat ini, tanpa biaya, kami harap pemerintah membiarkannya," ujar dia menambahkan.

Sementara itu, Loke mengatakan bahwa pemerintah Malaysia belum sepenuhnya menutup pencarian MH370.

" Pemerintah tidak pernah menutup kemungkinan apa pun. Jika ada petunjuk yang kredibel, kita akan membuka kembali pencarian," kata Loke.

Lima puing yang diduga dari pesawat MH370 itu ditemukan di tiga lokasi di Madagaskar, antara Desember 2016 hingga Agustus 2018. Puing tersebut ditemukan nelayan dan warga setempat.

1 dari 1 halaman

Satu Puing Menjadi Petunjuk Penting

Dalam serah terima itu, penyidik amatir pesawat, Blaine Gibson, meyakini puing itu sebagai bagian dari MH370.

Gibson mengatakan, salah satu puing yang signifikan yaitu panel lantai, yang diyakini, berasal dari Boeing 777. Puing itu ditemukan tahun lalu di dekat Sandravinany, Madagaskar Selatan.

" Jika pihak berwenang secara resmi dapat memverifikasi ini, maka itu adalah temuan yang signifikan, karena itu menunjukkan bahwa lantai pesawat telah hancur. Jika lantai pesawat hancur, itu akan menunjukkan bahwa tidak ada badan pesawat yang utuh," kata Gibson.

Penerbangan MH370 dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014 mengalami hilang kontak. Sebanyak 239 orang di dalam pesawat itu menghilang dan menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.

Beri Komentar